Apakah saat ini kita memiliki impian yang sangat tinggi yang ingin diraih, yaitu sebuah impian yang mungkin mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang ini? Apakah mungkin sekarang kita sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua ketika kita menceritakan impian kita kepada mereka?
Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati dan putus asa. Sebaliknya, kita harus bangga dan berbahagia karena kita baru saja memasuki langkah awal kesuksesan. Mengapa demikan? Karena pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki. Setiap orang yang telah sukses pasti diawali dengan impian.
Jika sampai saat ini yang sering kita lakukan hanyalah bermimpi pasif, mungkin kini saatnya kita mencoba untuk mengubah mimpi pasif kita menjadi mimpi aktif dan mewujudkannya dalam realitas kehidupan kita sehingga kita tidak hanya hidup dalam dunia mimpi.
Jangan lupa untuk selalu membawa serta impian kita ke mana pun kita pergi, di mana pun kita berada, dalam berbagai kondisi dan situasi yang bagaimana pun yang sedang menimpa kita. Kita harus selalu percaya dan yakin bahwa impian yang kita miliki akan tercapai melalui usaha-usaha kita yang tekun dan tidak kenal menyerah serta tidak lupa untuk meminta pertolongan Tuhan. Dengan demikian keberhasilan akan dapat kita peroleh. Bermimpilah dan percayalah!
Pastikan setiap detik ada perubahan yang lebih baik
Senin, 24 Januari 2011
Minggu, 23 Januari 2011
PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN
Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.
Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih, 2002).
Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget, dalam Wilis:154). Hal senada dikatakan Margaretha S.Y., (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas.
Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.
Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM), sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan.
Siswa boleh saja berpikir secara global, tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Artinya, setiap orang/siswa perlu belajar apa pun, bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Dengan cara kerja seperti itu, kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan, melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain, sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar.
Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih, baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi, maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Mohamad Yunus, penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Dengan mendirikan Grameen Bank, dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Dasar Pemikiran
Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada:
1. Berpusat pada peserta didik
2. Mengembangkan kreativitas peserta didik
3. Suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna
4. Prinsip pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)
5. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna
6. Belajar melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat
7. Menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan
8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya
9. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah
Pengertian PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.
Kemampuan Guru
Kegiatan Belajar Mengajar
Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran
Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
*
Percobaan
*
Diskusi kelompok
*
Memecahkan masalah
*
Mencari informasi
*
Menulis laporan/cerita/puisi
*
Berkunjung keluar kelas
Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam.
Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya:
*
Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri
*
Gambar
*
Studi kasus
*
Nara sumber
Lingkungan
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan
Siswa:
*
Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara
*
Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
*
Menarik kesimpulan
*
Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri.
*
Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri.
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan
Melalui:
*
Diskusi
*
Lebih banyak pertanyaan terbuka
*
Hasil karya yang merupakan anak sendiri
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa
· Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)
· Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.
· Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan.
Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari.
· Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.
· Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari
Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus
· Guru memantau kerja siswa.
· Guru memberikan umpan balik.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.
Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih, 2002).
Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget, dalam Wilis:154). Hal senada dikatakan Margaretha S.Y., (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas.
Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.
Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM), sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan.
Siswa boleh saja berpikir secara global, tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Artinya, setiap orang/siswa perlu belajar apa pun, bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Dengan cara kerja seperti itu, kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan, melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain, sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar.
Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih, baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi, maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Mohamad Yunus, penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Dengan mendirikan Grameen Bank, dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Dasar Pemikiran
Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada:
1. Berpusat pada peserta didik
2. Mengembangkan kreativitas peserta didik
3. Suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna
4. Prinsip pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)
5. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna
6. Belajar melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat
7. Menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan
8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya
9. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah
Pengertian PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.
Kemampuan Guru
Kegiatan Belajar Mengajar
Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran
Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
*
Percobaan
*
Diskusi kelompok
*
Memecahkan masalah
*
Mencari informasi
*
Menulis laporan/cerita/puisi
*
Berkunjung keluar kelas
Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam.
Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya:
*
Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri
*
Gambar
*
Studi kasus
*
Nara sumber
Lingkungan
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan
Siswa:
*
Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara
*
Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
*
Menarik kesimpulan
*
Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri.
*
Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri.
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan
Melalui:
*
Diskusi
*
Lebih banyak pertanyaan terbuka
*
Hasil karya yang merupakan anak sendiri
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa
· Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)
· Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.
· Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan.
Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari.
· Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.
· Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari
Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus
· Guru memantau kerja siswa.
· Guru memberikan umpan balik.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Senin, 10 Januari 2011
AFIKS
1.1 Pengertian imbuhan (afiks)
Imbuhan (afiks) adalah suatu bentuk linguistik yang di dalam suatu kata merupakan unsur langsung, yang bukan kata dan bukan pokok kata. Melainkan mengubah leksem menjadi kata kompleks, artinya mengubah leksem itu menjadi kata yang mempunyai arti lebih lengkap, seperti mempunyai subjek, predikat dan objek. Sedangkan prosesnya sendiri di sebut afiksasi (affixation).
Imbuhan (afiks) adalah Bentuk (morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata.[1]
Imbuhan (afiks) dibahas dalam bidang ilmu Morfologi. Sedangkan definisi Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Dalam definisi lain di katakan bahwa Morfologi merupakan salah satu cabang ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. Contoh: kata Sepeda Motor terdiri dari dua morfem, yaitu morfem Sepeda dan morfem Motor, yang masing-masing merupakan kata.
Kata yang dibentuk dari kata lain pada umumnya mengalami tambahan bentuk pada kata dasarnya. Kata seperti bertiga, ancaman, gerigi, dan berdatangan terdiri atas tiga kata dasar, yaitu tiga, ancam, gigi dan datang yang masing-masing dilengkapi dengan bentuk yang berwujud ber-, -an, -er-, dan ber-an.
Perubahan-perubahan bentuk kata menyebabkan adanya perubahan golongan dan arti kata. Golongan kata Sepeda tidak sama dengan golongan kata bersepeda. Golongan Sepeda merupakan golongan kata nominal, sedangkan kata bersepeda termasuk golongan kata verbal. Kata rumah dan kata jalan termasuk golongan kata nominal, sedangkan kata berumah dan kata berjalan termasuk golongan kata verbal.
Dibidang arti, kata Sepeda, bersepeda, Sepeda-sepeda, dan Sepeda Motor, semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda. Demikian pula kata Rumah, berumah, perumahan, rumah-rumahan, rumah-rumah, rumah sakit dan kata-kata jalan, berjalan, berjalan-jalan, perjalanan, menjalani, menjalankan dan jalan raya.
Perbedaan golongan dan arti kata-kata tersebut tidak lain disebabkan oleh perubahan bentuk kata. Karena itu, maka morfologi disamping bidangnya yang utama menyelidiki seluk-beluk kata, juga menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata.[2]
Tiga macam proses morfologis, yaitu pertama, bergabungnya morfem bebas dengan morfem terikat disebut afiksasi. Kedua, Pengulangan morfem bebas disebut reduplikasi, dan ketiga, bergabungnya morfem bebas dengan morfem bebas disebut pemajemukan. Pada proses yang pertama menghasilkan kata berimbuhan, yang kedua menghasilkan kata ulang, dan yang ketiga menghasilkan kata majemuk.[3]
Pada umumnya imbuhan (afiks) hanya dikenal ada empat, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), awalan dan akhiran (konfiks). Dalam sumber lain disebutkan bahwa imbuhan (afiks) itu ada sembilan, yaitu prefiks, infiks, sufiks, simulfiks, konfiks, superfiks, interfiks, transfiks, dan kombinasi afiks.[4]
1.2 Syarat-syarat kata untuk dapat menjadi afiksasi, antara lain:
Kata afiks itu harus dapat ditempatkan pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru. Contoh: kata minuman, kata ini terdiri dari dua unsur langsung, yaitu kata minum yang di sebut bentuk bebas dan –an yang di sebut bentuk terikat. Makna ini di sebut makna afiks. Contoh kata yang lain seperti: kata timbangan, pikiran, satuan, gambaran, buatan, bungkusan.
Kata afiks itu merupakan bentuk terikat, tidak dapat berdiri sendiri dan secara gramatis (tertulis) selalu melekat pada bentuk lain. Contoh: kedua, kehendak, kekasih, ketua, artinya antara imbuhan ke- dan kata dua tidak dapat di pisahkan, karena apabila di pisahkan akan mempunyai arti yang berbeda. Demikian juga dengan kata kehendak, kekasih dan ketua. Berbeda halnya dengan bentuk di seperti pada kata di rumah, di pekarangan, di ruang, tidak dapat di golongkan afiks, karena sebenarnya bentuk itu secara gramatis mempinyai sifat bebas. Demikian halnya dengan bentuk ke seperti pada kata ke rumah, ke toko, ke kota , ini tidak dapat di golongkan afiks. Jadi, dalam afiks hanya dapat di bentuk apabila imbuhan itu dalam bentuk terikat.
Afiks tidak memiliki arti leksis, artinya tidak mempunyai pertalian arti karena kata itu berupa imbuhan. Sedangkan imbuhan itu dapat mempengaruhi arti kata itu sendiri. Contoh: bentuk –nya yang sudah tidak mempunyai pertalian arti dengan ia. Misalnya: rupanya, agaknya, termasuk golongan afiks, karena hubungannya dengan arti leksisnya sudah terputus.
Imbuhan itu dapat mengubah makna, jenis dan fungsi sebuah kata dasar atau bentuk dasar menjadi kata lain, yang fungsinya berbeda dengan kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh: afiks baru: pembaruan → peng- an. Pada contoh ini terjadi perubahan bentuk imbuhan dari pem- an manjadi peng- an, hal ini terjadi karena pengaruh asimilasi bunyi. Kata belakang → keterbelakangan → terbelakang. Pada kata ini terjadi perubahan bentuk ke-an.
1.3 Macam-Macam Imbuhan (afiks)
Awalan (prefiks/ prefix)
Awalan (prefiks / prefix) adalah imbuhan yang terletak diawal kata. Proses awalan (prefiks) ini di sebut prefiksasi (prefixation). Berdasarkan dan pertumbuhan bahasa yang terjadi, maka awalan dalam bahasa indonesia dibagi menjadi dua macam, yaitu imbuhan asli dan imbuhan serapan, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Contoh awalan (prefix) yang berasal dari bahasa Indonesia . Kata ke-+ tua→ketua, artinya imbuhan ke- ditambah dengan kata tua, maka menjadi ketua. pe-+ tinju→petinju, ter- + dakwa→terdakwa, ber- + main→bermain, pra- + sejarah→prasejarah. Contoh awalan (prefix) yang berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa inggris. Kata im-→improduktif, pre-→prehistori, ex-→ekspor, is→ isolasi.
Akhiran (sufiks/ sufix)
Akhiran (sufiks/ sufix) adalah imbuhan yang terletak di akhir kata. Dalam proses pembentukan kata ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk. Proses pembentukannya di sebut safiksasi (suffixation). Contoh: -an + pikir→pikiran, -in + hadir→hadirin, -wan + karya→karyawan, -wati+karya→kryawati, -wi+ manusia→manusiawi. Semua akhiran ini di sebut sebagai akhiran untuk kata benda. Sedangkan akhiran yang berupa kata sifat, seperti: -if→aktif, sportif. -ik→magnetik, elektronik. -is→praktis, anarkis. -er→komplementer, parlementer. -wi→manusiawi, surgawi, duniwi. Kadang-kadang akhiran yang berupa kata sifat, ada yang berasal dari bahasa inggris dan ada yang berasal dari bahasa arab. Contoh: -al→formal, nasional. -iah→alamiah, batiniah. -i→abadi, alami, hewani, rohani. -nya→melihatnya, mendengarnya, mengalaminya. -in→muslimin, mu’minin. -at→muslimat, mu’minat. -us→politikus. -or→koruptor. -if→produktif, sportif.
Sisipan (infiks /infix)
Sisipan (infiks/ infix) adalah imbuhan yang terletak di dalam kata. Jenis imbuhan ini tidak produktif, artinya pemakaiannya terbatas hanya pada kata-kata tertentu. Jadi hampir tidak mengalami pertambahan secara umum. Sisipan terletak pada suku pertama kata dasarnya, yang memisahkan konsonan pertama dengan vokal pertama suku tersebut. Prosesnya imbuhan kata tersebut di sebut infixation. Imbuhan yang berupa sisipan seperti: -er-, -el-, -em- dan -in.
Sisipan ( infiks/ infix) dapat mempunyai makna, antara lain:
Menyatakan banyak dan bermacam-macam. Contohnya: tali→ temali, artinya terdapat bermaca-macam tali. gigi→gerigi, artinya terdapat bermacam gigi. sabut→serabut, artinya terdapat bermacam-macam sabut. kelut→kemelut, gunung→gemunung, artinya terdapat bermacam-macam gunung..
Menyatakan intensitas frekuentif, artinya menyatakan banyaknya waktu. Contoh: getar→gemetar, artinya menunjukan banyaknya waktu getar atau gerak suatu benda. guruh→gemuruh, artinya menujukan banyaknya waktu guruh. gertak→gemertak, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi gertak. cicit→cericit, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi cicit.
Menyatakan sesuatu yang mempunyai sifat seperti yang di sebut pada kata dasarnya. Contoh: kata kerja→kinerja, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan kerja atau sesuatu sifat kegigihan. kuning→kemuning, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan warna kuning. gilang→gemilang, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan cerah. turun→temurun, artinya sesuatu yang mempunyai sifat terus-menerus. tunjuk→telunjuk, artinya sesuatu yang mempunyai sifat seperti tunjuk. Ada juga sisipan (infiks) yang di pengaruhi oleh bahasa jawa. Contoh: kata kesinambungan, yang merupakan kata dasar dari kata sinambung yang di sebut kata dasar sekunder. Sedangkan kata dasar primernya sambung mendapat sisipan –in- yang artinya menyatakan sifat terus-menerus. Sama halnya dengan istilah yang terdapat dalam bidang ekonomi, dalam proses imbuhan kata dasar juga terdapat istilah yang sama, tetapi mempunyai makna yang berbeda. Istilah itu adalah kata dasar primer, kata dasar sekunder, dan kata dasar tersier. Kata dasar primer adalah kata dasar yang berupa kata asal atau morfem dasar, yang di pakai sebagai kata dasar pertama dalam pembentukan kata jadian. Contoh: dengar→dengarkan→perdengarkan, artinya kata dengarkan merupakan kata dasar dari kata dengar yang mendapat akhiran – kan . Demikian juga dengan kata perdengarkan, berasal dari kata dasar dengar yang mendapat konfiks per-kan. Kata dasar primer, haruslah pada kata jadian yang sekurang-kurangnya di bentuk melalui dua tahap. Kata dasar sekunder adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar kedua dalam pembentukan kata jadian yang lebih kompleks. Contoh: dengarkan→perdengarkan, dipikir→dipikirkan, main→bermain-main, merata→meratakan. Kata dasar tersier adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar ketiga dalam pembentukan kata yang lebih kompleks. Contoh: kata guna→gunakan→pergunakan→mempergunakan. ingat→ingatkan→peringatkan→diperingatkan. harap→harapkan→diharapkan→diharapkannya. Sisipan (infiks/ infix) biasanya di bentuk dari kata benda (nomina) menjadi kata sifat (adjektifa). Adjektifa tingkat kuatif dengan prefiks se- dan tingkat superlatif dengan prefiks ter-. Hasil pengafiksan dengan infiks atau sisipan –em- pada nomina, adjektiva yang jumlahnya sangat terbatas.
Benda (nomina) →sifat (adjectifa)
Getar → gemetar
Guruh → gemuruh
Kilap → kemilap
Kilau → kemilau
Santan → semantan
Gerlap → gemerlap
Gilang → gemilang
Gilap → gemilap
Taram → temaram
Serbak → semerbak
Awalan dan Akhiran (konfiks /konfix)
Awalan dan akhiran (konfiks/ konfix) yaitu afiks yang terdiri dari dua unsur, satu di depan dari bentuk dasar dan satu di belakang bentuk dasar. Imbuhan yang dapat di kategorikan sebagai konfiks/ konfix, yaitu ke-an, pe-an, per-an dan ber-an. Proses imbuhan tersebut di sebut konfiksasi (konfiksasi/ konfixation). Contoh: ke-an: kehidupan, merupakan gabungan dari kata hidup yang kemudian mendapat imbuhan ke-an. kata kemauan, merupakan gabungan dari kata mau yang mendapat imbuhan ke-an. keterangan, katahuan, kepercayaan. Pe-an: pegunungan, merupakan gabungan dari kata dasar Gunung, kemudian mendapat imbuhan pe-an. pembelian, pendidikan, penggambaran, perdagangan. Semua pembentukan dari imbuhan ini berasal dari kata benda. Sedangkan yang terdiri dari kata sifat yang membentuk menjadi konfiks yaitu seperti: ke-an dan se-nya dengan bentuk dasar kata ulang (reduplikasi). Contoh: ke-an (dengan reduplikasi)→keingris-inggrisan, artinya seseorang atau suatu benda yang mempunyai sifat seperti inggris. kekanak-kanakkan, artinya seseorang yang mempunyai sifat seperti sifatnya kanak-kanak. Se-nya (dengan reduplikasi)→sebaik-baiknya, sepandai-pandainya. Sedangkan contoh yang lainnya dari konfix yaitu melakukan→me-kan, menduduki→me-I, memperlihatkan→memper-kan, kelihatan→ke-an, berdasarkan→ber-kan, keadilan→ke-an, permusuhan→per-an, permainan→per-an.
Simulfiks
Simulfiks yaitu afiks yang disamakan dengan ciri-ciri segmental yang dileburkan pada kata dasarnya. Biasanya di samakan dengan nasalisasi dari fonem pertama suatu bentuk dasar, dan fungsinya ialah membentuk verba atau memverbakan nomina, adjectiva atau kelas kata yang lain menjadi kata kerja. Contoh: kopi→ ngopi, soto→ nyoto, sate→ nyate, kebut→ ngebut, tulis→ nulis, gambar→ nggambar, tendang→ nendang.
Superfiks atau suprafiks
Superfiks atau suprafiks adalah imbuhan yang dimanifestasikan dengan ciri-ciri suprasegmental atau afiks yang berhubungan dengan morfem suprasegmental. Imbuhan superfiks dapat kita jumpai dalam bahasa-bahasa daerah, misalnya: bahasa Batak Toba, dalam bahasa Batak Toba terdapat tekanan morfemis. Contoh: kata ‘guru (nomina) dan kata ‘guru (adjektiva), antara kata ‘asom yang artinya jeruk kedudukan kata ini di sebut sebagai nomina dengan kata ‘asom yang artinya ‘asam kedudukan kata ini sebagai adjectifa. Sama halnya dalam bahasa Jawa, biasanya dengan peninggian vokal dapat di sebut sebagai ciri suprasegmental pada suku terakhir suatu adjectiva bersifat morfemis. Contoh: suwe→lama, wedi→takut. Dalam bahasa Toraja tekanan terletak pada suku kata terakhir dari suatu adjectifa yang di sertai velarisasi adalah proses sekunder, maka peristiwa itu boleh di anggap simulfiksasi. Contoh: biti→kecil, malampo→gemuk. Jadi, superfiks itu sama halnya dengan bahasa dialek yang hanya di miliki oleh daerah tertentu atau bahasa khas pada suatu daerah.
Interfiks
Interfiks yaitu suatu jenis infiks yang muncul di antara dua unsur. Dalam bahasa indonesia interfiks terdapat pada kata-kata bentukan baru, misalnya: interfiks –n-dan -o-. Contoh: gabungan antara kata indonesia dengan kata logi→indonesianologi, artinya kata indonesianologi merupakan gabungan antara dua unsur kata, yaitu kata indonesia dan logi. Gabungan antara kata jawa dengan kata logi→ jawanologi. Gabungan antara kata sosial dengan kata logos→ sosiologi. Gabungan antara kata psyko dengan kata logi→ psykologi. Dalam bahasa Jerman interfiks –n- muncul dalam gabungan auge ‘mata’ dengan kata arzt ‘dokter’→ augenazart ‘dokter mata’. Interfiks –es- muncul dalam gabungan jahr ‘tahun dan zeit ‘waktu’→ jahreszeit ‘musim’.
Transfiks
Transfiks yaitu jenis infiks yang menyebabkan kata dasar menjadi terbagi-bagi. Bentuk ini terdapat dalam bahasa-bahasa Afro-Asiatika, antara lain dalam bahasa arab; misalnya: akar ktb dapat di beri transfiks a-a, i-a, a-I, dan lain sebagainya. Menjadi katab ‘ia menulis’, kitab ‘buku’, katib ‘penulis’. Kata nshr dapat di beri transfiks a-a, maka menjadi nashara. Kata dzhb dapat di beri transfiks a-a, maka menjadi dzahaba.
Kombinasi afiks
Kombinasi afiks yaitu kombinasi dari dua afiks atau lebih yang bergabung dengan kata dasar, afiks ini hanya merupakan gabungan beberapa afiks yang mempunyai bentuk dan makna gramatikal tersendiri, muncul secara bersama pada bentuk dasar, tetapi berasal dari proses yang berlainan, dalam bahasa Indonesia kombinasi afiks, seperti: me-kan→mempertanyakan, yaitu sebuah bentuk dasar dengan kombinasi tiga afiks, yaitu mem-, per-, -kan. Dua prefiks, yaitu mem- dan per- dan satu sufiks – kan .
Imbuhan (afiks) adalah suatu bentuk linguistik yang di dalam suatu kata merupakan unsur langsung, yang bukan kata dan bukan pokok kata. Melainkan mengubah leksem menjadi kata kompleks, artinya mengubah leksem itu menjadi kata yang mempunyai arti lebih lengkap, seperti mempunyai subjek, predikat dan objek. Sedangkan prosesnya sendiri di sebut afiksasi (affixation).
Imbuhan (afiks) adalah Bentuk (morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata.[1]
Imbuhan (afiks) dibahas dalam bidang ilmu Morfologi. Sedangkan definisi Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Dalam definisi lain di katakan bahwa Morfologi merupakan salah satu cabang ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. Contoh: kata Sepeda Motor terdiri dari dua morfem, yaitu morfem Sepeda dan morfem Motor, yang masing-masing merupakan kata.
Kata yang dibentuk dari kata lain pada umumnya mengalami tambahan bentuk pada kata dasarnya. Kata seperti bertiga, ancaman, gerigi, dan berdatangan terdiri atas tiga kata dasar, yaitu tiga, ancam, gigi dan datang yang masing-masing dilengkapi dengan bentuk yang berwujud ber-, -an, -er-, dan ber-an.
Perubahan-perubahan bentuk kata menyebabkan adanya perubahan golongan dan arti kata. Golongan kata Sepeda tidak sama dengan golongan kata bersepeda. Golongan Sepeda merupakan golongan kata nominal, sedangkan kata bersepeda termasuk golongan kata verbal. Kata rumah dan kata jalan termasuk golongan kata nominal, sedangkan kata berumah dan kata berjalan termasuk golongan kata verbal.
Dibidang arti, kata Sepeda, bersepeda, Sepeda-sepeda, dan Sepeda Motor, semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda. Demikian pula kata Rumah, berumah, perumahan, rumah-rumahan, rumah-rumah, rumah sakit dan kata-kata jalan, berjalan, berjalan-jalan, perjalanan, menjalani, menjalankan dan jalan raya.
Perbedaan golongan dan arti kata-kata tersebut tidak lain disebabkan oleh perubahan bentuk kata. Karena itu, maka morfologi disamping bidangnya yang utama menyelidiki seluk-beluk kata, juga menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata.[2]
Tiga macam proses morfologis, yaitu pertama, bergabungnya morfem bebas dengan morfem terikat disebut afiksasi. Kedua, Pengulangan morfem bebas disebut reduplikasi, dan ketiga, bergabungnya morfem bebas dengan morfem bebas disebut pemajemukan. Pada proses yang pertama menghasilkan kata berimbuhan, yang kedua menghasilkan kata ulang, dan yang ketiga menghasilkan kata majemuk.[3]
Pada umumnya imbuhan (afiks) hanya dikenal ada empat, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), awalan dan akhiran (konfiks). Dalam sumber lain disebutkan bahwa imbuhan (afiks) itu ada sembilan, yaitu prefiks, infiks, sufiks, simulfiks, konfiks, superfiks, interfiks, transfiks, dan kombinasi afiks.[4]
1.2 Syarat-syarat kata untuk dapat menjadi afiksasi, antara lain:
Kata afiks itu harus dapat ditempatkan pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru. Contoh: kata minuman, kata ini terdiri dari dua unsur langsung, yaitu kata minum yang di sebut bentuk bebas dan –an yang di sebut bentuk terikat. Makna ini di sebut makna afiks. Contoh kata yang lain seperti: kata timbangan, pikiran, satuan, gambaran, buatan, bungkusan.
Kata afiks itu merupakan bentuk terikat, tidak dapat berdiri sendiri dan secara gramatis (tertulis) selalu melekat pada bentuk lain. Contoh: kedua, kehendak, kekasih, ketua, artinya antara imbuhan ke- dan kata dua tidak dapat di pisahkan, karena apabila di pisahkan akan mempunyai arti yang berbeda. Demikian juga dengan kata kehendak, kekasih dan ketua. Berbeda halnya dengan bentuk di seperti pada kata di rumah, di pekarangan, di ruang, tidak dapat di golongkan afiks, karena sebenarnya bentuk itu secara gramatis mempinyai sifat bebas. Demikian halnya dengan bentuk ke seperti pada kata ke rumah, ke toko, ke kota , ini tidak dapat di golongkan afiks. Jadi, dalam afiks hanya dapat di bentuk apabila imbuhan itu dalam bentuk terikat.
Afiks tidak memiliki arti leksis, artinya tidak mempunyai pertalian arti karena kata itu berupa imbuhan. Sedangkan imbuhan itu dapat mempengaruhi arti kata itu sendiri. Contoh: bentuk –nya yang sudah tidak mempunyai pertalian arti dengan ia. Misalnya: rupanya, agaknya, termasuk golongan afiks, karena hubungannya dengan arti leksisnya sudah terputus.
Imbuhan itu dapat mengubah makna, jenis dan fungsi sebuah kata dasar atau bentuk dasar menjadi kata lain, yang fungsinya berbeda dengan kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh: afiks baru: pembaruan → peng- an. Pada contoh ini terjadi perubahan bentuk imbuhan dari pem- an manjadi peng- an, hal ini terjadi karena pengaruh asimilasi bunyi. Kata belakang → keterbelakangan → terbelakang. Pada kata ini terjadi perubahan bentuk ke-an.
1.3 Macam-Macam Imbuhan (afiks)
Awalan (prefiks/ prefix)
Awalan (prefiks / prefix) adalah imbuhan yang terletak diawal kata. Proses awalan (prefiks) ini di sebut prefiksasi (prefixation). Berdasarkan dan pertumbuhan bahasa yang terjadi, maka awalan dalam bahasa indonesia dibagi menjadi dua macam, yaitu imbuhan asli dan imbuhan serapan, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Contoh awalan (prefix) yang berasal dari bahasa Indonesia . Kata ke-+ tua→ketua, artinya imbuhan ke- ditambah dengan kata tua, maka menjadi ketua. pe-+ tinju→petinju, ter- + dakwa→terdakwa, ber- + main→bermain, pra- + sejarah→prasejarah. Contoh awalan (prefix) yang berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa inggris. Kata im-→improduktif, pre-→prehistori, ex-→ekspor, is→ isolasi.
Akhiran (sufiks/ sufix)
Akhiran (sufiks/ sufix) adalah imbuhan yang terletak di akhir kata. Dalam proses pembentukan kata ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk. Proses pembentukannya di sebut safiksasi (suffixation). Contoh: -an + pikir→pikiran, -in + hadir→hadirin, -wan + karya→karyawan, -wati+karya→kryawati, -wi+ manusia→manusiawi. Semua akhiran ini di sebut sebagai akhiran untuk kata benda. Sedangkan akhiran yang berupa kata sifat, seperti: -if→aktif, sportif. -ik→magnetik, elektronik. -is→praktis, anarkis. -er→komplementer, parlementer. -wi→manusiawi, surgawi, duniwi. Kadang-kadang akhiran yang berupa kata sifat, ada yang berasal dari bahasa inggris dan ada yang berasal dari bahasa arab. Contoh: -al→formal, nasional. -iah→alamiah, batiniah. -i→abadi, alami, hewani, rohani. -nya→melihatnya, mendengarnya, mengalaminya. -in→muslimin, mu’minin. -at→muslimat, mu’minat. -us→politikus. -or→koruptor. -if→produktif, sportif.
Sisipan (infiks /infix)
Sisipan (infiks/ infix) adalah imbuhan yang terletak di dalam kata. Jenis imbuhan ini tidak produktif, artinya pemakaiannya terbatas hanya pada kata-kata tertentu. Jadi hampir tidak mengalami pertambahan secara umum. Sisipan terletak pada suku pertama kata dasarnya, yang memisahkan konsonan pertama dengan vokal pertama suku tersebut. Prosesnya imbuhan kata tersebut di sebut infixation. Imbuhan yang berupa sisipan seperti: -er-, -el-, -em- dan -in.
Sisipan ( infiks/ infix) dapat mempunyai makna, antara lain:
Menyatakan banyak dan bermacam-macam. Contohnya: tali→ temali, artinya terdapat bermaca-macam tali. gigi→gerigi, artinya terdapat bermacam gigi. sabut→serabut, artinya terdapat bermacam-macam sabut. kelut→kemelut, gunung→gemunung, artinya terdapat bermacam-macam gunung..
Menyatakan intensitas frekuentif, artinya menyatakan banyaknya waktu. Contoh: getar→gemetar, artinya menunjukan banyaknya waktu getar atau gerak suatu benda. guruh→gemuruh, artinya menujukan banyaknya waktu guruh. gertak→gemertak, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi gertak. cicit→cericit, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi cicit.
Menyatakan sesuatu yang mempunyai sifat seperti yang di sebut pada kata dasarnya. Contoh: kata kerja→kinerja, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan kerja atau sesuatu sifat kegigihan. kuning→kemuning, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan warna kuning. gilang→gemilang, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan cerah. turun→temurun, artinya sesuatu yang mempunyai sifat terus-menerus. tunjuk→telunjuk, artinya sesuatu yang mempunyai sifat seperti tunjuk. Ada juga sisipan (infiks) yang di pengaruhi oleh bahasa jawa. Contoh: kata kesinambungan, yang merupakan kata dasar dari kata sinambung yang di sebut kata dasar sekunder. Sedangkan kata dasar primernya sambung mendapat sisipan –in- yang artinya menyatakan sifat terus-menerus. Sama halnya dengan istilah yang terdapat dalam bidang ekonomi, dalam proses imbuhan kata dasar juga terdapat istilah yang sama, tetapi mempunyai makna yang berbeda. Istilah itu adalah kata dasar primer, kata dasar sekunder, dan kata dasar tersier. Kata dasar primer adalah kata dasar yang berupa kata asal atau morfem dasar, yang di pakai sebagai kata dasar pertama dalam pembentukan kata jadian. Contoh: dengar→dengarkan→perdengarkan, artinya kata dengarkan merupakan kata dasar dari kata dengar yang mendapat akhiran – kan . Demikian juga dengan kata perdengarkan, berasal dari kata dasar dengar yang mendapat konfiks per-kan. Kata dasar primer, haruslah pada kata jadian yang sekurang-kurangnya di bentuk melalui dua tahap. Kata dasar sekunder adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar kedua dalam pembentukan kata jadian yang lebih kompleks. Contoh: dengarkan→perdengarkan, dipikir→dipikirkan, main→bermain-main, merata→meratakan. Kata dasar tersier adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar ketiga dalam pembentukan kata yang lebih kompleks. Contoh: kata guna→gunakan→pergunakan→mempergunakan. ingat→ingatkan→peringatkan→diperingatkan. harap→harapkan→diharapkan→diharapkannya. Sisipan (infiks/ infix) biasanya di bentuk dari kata benda (nomina) menjadi kata sifat (adjektifa). Adjektifa tingkat kuatif dengan prefiks se- dan tingkat superlatif dengan prefiks ter-. Hasil pengafiksan dengan infiks atau sisipan –em- pada nomina, adjektiva yang jumlahnya sangat terbatas.
Benda (nomina) →sifat (adjectifa)
Getar → gemetar
Guruh → gemuruh
Kilap → kemilap
Kilau → kemilau
Santan → semantan
Gerlap → gemerlap
Gilang → gemilang
Gilap → gemilap
Taram → temaram
Serbak → semerbak
Awalan dan Akhiran (konfiks /konfix)
Awalan dan akhiran (konfiks/ konfix) yaitu afiks yang terdiri dari dua unsur, satu di depan dari bentuk dasar dan satu di belakang bentuk dasar. Imbuhan yang dapat di kategorikan sebagai konfiks/ konfix, yaitu ke-an, pe-an, per-an dan ber-an. Proses imbuhan tersebut di sebut konfiksasi (konfiksasi/ konfixation). Contoh: ke-an: kehidupan, merupakan gabungan dari kata hidup yang kemudian mendapat imbuhan ke-an. kata kemauan, merupakan gabungan dari kata mau yang mendapat imbuhan ke-an. keterangan, katahuan, kepercayaan. Pe-an: pegunungan, merupakan gabungan dari kata dasar Gunung, kemudian mendapat imbuhan pe-an. pembelian, pendidikan, penggambaran, perdagangan. Semua pembentukan dari imbuhan ini berasal dari kata benda. Sedangkan yang terdiri dari kata sifat yang membentuk menjadi konfiks yaitu seperti: ke-an dan se-nya dengan bentuk dasar kata ulang (reduplikasi). Contoh: ke-an (dengan reduplikasi)→keingris-inggrisan, artinya seseorang atau suatu benda yang mempunyai sifat seperti inggris. kekanak-kanakkan, artinya seseorang yang mempunyai sifat seperti sifatnya kanak-kanak. Se-nya (dengan reduplikasi)→sebaik-baiknya, sepandai-pandainya. Sedangkan contoh yang lainnya dari konfix yaitu melakukan→me-kan, menduduki→me-I, memperlihatkan→memper-kan, kelihatan→ke-an, berdasarkan→ber-kan, keadilan→ke-an, permusuhan→per-an, permainan→per-an.
Simulfiks
Simulfiks yaitu afiks yang disamakan dengan ciri-ciri segmental yang dileburkan pada kata dasarnya. Biasanya di samakan dengan nasalisasi dari fonem pertama suatu bentuk dasar, dan fungsinya ialah membentuk verba atau memverbakan nomina, adjectiva atau kelas kata yang lain menjadi kata kerja. Contoh: kopi→ ngopi, soto→ nyoto, sate→ nyate, kebut→ ngebut, tulis→ nulis, gambar→ nggambar, tendang→ nendang.
Superfiks atau suprafiks
Superfiks atau suprafiks adalah imbuhan yang dimanifestasikan dengan ciri-ciri suprasegmental atau afiks yang berhubungan dengan morfem suprasegmental. Imbuhan superfiks dapat kita jumpai dalam bahasa-bahasa daerah, misalnya: bahasa Batak Toba, dalam bahasa Batak Toba terdapat tekanan morfemis. Contoh: kata ‘guru (nomina) dan kata ‘guru (adjektiva), antara kata ‘asom yang artinya jeruk kedudukan kata ini di sebut sebagai nomina dengan kata ‘asom yang artinya ‘asam kedudukan kata ini sebagai adjectifa. Sama halnya dalam bahasa Jawa, biasanya dengan peninggian vokal dapat di sebut sebagai ciri suprasegmental pada suku terakhir suatu adjectiva bersifat morfemis. Contoh: suwe→lama, wedi→takut. Dalam bahasa Toraja tekanan terletak pada suku kata terakhir dari suatu adjectifa yang di sertai velarisasi adalah proses sekunder, maka peristiwa itu boleh di anggap simulfiksasi. Contoh: biti→kecil, malampo→gemuk. Jadi, superfiks itu sama halnya dengan bahasa dialek yang hanya di miliki oleh daerah tertentu atau bahasa khas pada suatu daerah.
Interfiks
Interfiks yaitu suatu jenis infiks yang muncul di antara dua unsur. Dalam bahasa indonesia interfiks terdapat pada kata-kata bentukan baru, misalnya: interfiks –n-dan -o-. Contoh: gabungan antara kata indonesia dengan kata logi→indonesianologi, artinya kata indonesianologi merupakan gabungan antara dua unsur kata, yaitu kata indonesia dan logi. Gabungan antara kata jawa dengan kata logi→ jawanologi. Gabungan antara kata sosial dengan kata logos→ sosiologi. Gabungan antara kata psyko dengan kata logi→ psykologi. Dalam bahasa Jerman interfiks –n- muncul dalam gabungan auge ‘mata’ dengan kata arzt ‘dokter’→ augenazart ‘dokter mata’. Interfiks –es- muncul dalam gabungan jahr ‘tahun dan zeit ‘waktu’→ jahreszeit ‘musim’.
Transfiks
Transfiks yaitu jenis infiks yang menyebabkan kata dasar menjadi terbagi-bagi. Bentuk ini terdapat dalam bahasa-bahasa Afro-Asiatika, antara lain dalam bahasa arab; misalnya: akar ktb dapat di beri transfiks a-a, i-a, a-I, dan lain sebagainya. Menjadi katab ‘ia menulis’, kitab ‘buku’, katib ‘penulis’. Kata nshr dapat di beri transfiks a-a, maka menjadi nashara. Kata dzhb dapat di beri transfiks a-a, maka menjadi dzahaba.
Kombinasi afiks
Kombinasi afiks yaitu kombinasi dari dua afiks atau lebih yang bergabung dengan kata dasar, afiks ini hanya merupakan gabungan beberapa afiks yang mempunyai bentuk dan makna gramatikal tersendiri, muncul secara bersama pada bentuk dasar, tetapi berasal dari proses yang berlainan, dalam bahasa Indonesia kombinasi afiks, seperti: me-kan→mempertanyakan, yaitu sebuah bentuk dasar dengan kombinasi tiga afiks, yaitu mem-, per-, -kan. Dua prefiks, yaitu mem- dan per- dan satu sufiks – kan .
Minggu, 02 Januari 2011
PRETES KELAS XI DAN X J SEMESTER 2
PETUNJUK !
A. BERILAH TANDA SILANG (X) HURUF A,B,C,D, ATAU E PADA ALTERNATIF JAWABAN YANG PALING TEPAT !
1. Karena pengaruh globalisasi dan tuntutan kehidupan masyarakat akan mengalami pergeseran apresiasi dan cara pandang terhadap berbagai aspek kehidupan. Berbagai aspek kehidupan itu sendiri juga mengalami perubahan – perubahan yang berarti. Untuk menjelaskan bagaimana pendidikan masa depan harus dilaksanakan, berbagai tuntutan, kebutuhan, dan fenomena yang terjadi dalam mesyarakat perlu dicermati secara seksama. Berbagai tuntutan itulah nantinya memaksa dunia pendidikan untuk berbenah diri, dunia kerja misalnya dapat dipastikan akan menuju kepada spesialisasi dan profesionalisasi. Kutipan di atas berisi ……
a. Opini
b. Fakta
c. Analisis
d. Pembuktian
e. Deskripsi
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 2 dan 3.
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Perilaku sehat merupakan pilar yang paling utama. Hal ini karena komponen tersebut ternyata sangat berpengaruh pada kedua pilar lainnya. Seperti seseorang dengan perilaku sehat, tentu akan menjaga lingkungannya tetap sehat juga. Selain itu, dengan perilaku sehat, seseorang akan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada untuk memelihara kesehatannya.
2. Pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam paragraf tersebut adalah ...
a. Mengapa perilaku sehat merupakan pilar paling utama?
b. Bagaimana cara menjaga agar lingkungan tetap sehat?
c. Apakah fungsi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat?
d. Mengapa masyarakat hams memelihara kesehatan lingkungan?
e. Kapan pemerintah harus memberi pe¬layanan kesehatan?
3. Paragraf tersebut mempunyai ide pokok ...
a. Memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.
b. Menjaga lingkungan agar tetap sehat.
c. Perilaku sehat berpengaruh pada pilar-pilar lainnya.
d. Berperilaku sehat akan menjaga kebersihan.
e. Perilaku sehat merupakan pilar utama.
4. Hujan lebat disertai angin kencang, Minggu (2/12), kembali melanda Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, dan beberapa daerah lainnya. Di Sukoharjo, angin kencang merobohkan sebanyak 12 tiang listrik di Kecamatan Baki dan Kecamatan Grogol. Hingga malam hari sejumlah warga masih berada di luar rumah karena trauma.
Kompas, 3 Desember 2010
Potongan berita tersebut mengabarkan ...
a. Hujan dan angin kencang yang merobohkan 12 tiang listrik.
b. Hujan deras yang melanda Kecamatan Baki dan Grogol, Sukaharjo.
c. Angin puting beliung yang melanda dua kecamatan di Sukaharjo.
d. Evakuasi korban bencana angin ribut.
e. Warga yang mengungsi karena tempat tinggalnya dilanda angin ribut.
5. …..
Saudara-saudaraku,
Sudah tiba saatnya kita membangun desa kita. Mari kita tinggalkan penderitaan kita. Mari kita lupakan bencana yang telah meluluhlantakkan tempat tinggal kita. Sudah saatnya kita bangkit lagi. Sudah saatnya kita membangun desa kita. Membangun perekonomian dan sarana sosial
…..
Isi pidato tersebut adalah ...
a. Ajakan untuk membangun perekonomian desa.
b. Ajakan untuk meninggalkan desa.
c. Ajakan untuk membangun desa setelah terjadi bencana.
d. Ajakan untuk menghilangkan trauma karena bencana.
e. Ajakan untuk membangun sarana social
Bacalah paragraf deskripsi berikut dengan saksama!
Kelurahan Bibi Ani terletak di sebuah lereng gunung yang sangat subur. Jarak tempat tinggal Bibi Ani dengan puncak gunung itu hanya sekitar 8 kilometer. Dari puncak gunung itu kita bisa memandang hamparan sawah yang padinya telah menguning untuk siap panen..... Rumah penduduk dikelilingi oleh pepohonan yang menghijau membuat suasana menyenangkan. Aku rasanya ingin lebih lama tinggal bersama Bibi Ani.
6. Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
a. Sungai di sekitar pegunungan itu sering menyebabkan banjir.
b. Sungai yang ada di sekitar pegunungan itu sangat dalam.
c. Sungai di dekat gunung itu sangat kotor.
d. Sungai di kaki gunung itu berkelok-kelok menyisir kaki gunung.
e. Sungai di sekitar pegunungan itu menambah keindahan.
7. Kita perlu berbagi rasa sakit. Itulah pesan terpenting yang harus kita ambil untuk menyikapi kenaikan harga minyak dunia yang gila-gilaan. Pemerintah telah menetapkan sembilan langkah untuk mengantisipasi keliaran harga minyak sebagai strategi mengamankan kebijakan fiskal tahun 2008. Semua langkah tersebut ditempuh sebagai skenario terburuk, tidak satu pun yang menyenangkan. Semuanya menyakitkan.
"Berbagi Rasa Sakit", Kompas, 3 Desember 2007
Fakta pada paragraf tersebut tergambar pada kalimat...
a. Kita perlu berbagi rasa sakit.
b. Itulah pesan terpenting yang harus kita ambil untuk menyikapi kenaikan harga minyak dunia yang gila-gilaan.
c. Pemerintah telah menetapkan sembilan langkah untuk mengantisipasi keliaran harga minyak sebagai strategi mengamankan kebijakan fiskal tahun 2008.
d. Semua langkah tersebut ditempuh sebagai skenario terburuk, tidak satu pun yang me-nyenangkan.
e. Semuanya menyakitkan
SURABAYA AJARI AKU TENTANG BENAR
Surabaya ajari aku bicara apa adanya
Tanpa harus pandai menjilat apa lagi berlaku bejat
Menebar maksiat dengan topeng-topeng lampu gemerlap
Ajari aku tidak angkuh
Apalagi memaksa kehendak bersikukuh
Hanya lantaran sebentuk kursi yang kian lama kian rapuh
….
Surabaya memang boleh berdandan
Bila malam lampu-lampu ikan warna-warni
Siang, jalanan tertib kendaraan berpolusi
Senja meremang, mentari seindah pagi
Di antara gedung tua dan tugu pahlawan kita
….
Surabaya ajari aku tentang benar. Tentang benar!
8. Di bawah ini yang termasuk imaji visual dari penggalan puisi di atas adalah…..
a. Hanya lantaran sebentuk kursi yang kian lama kian rapuh
b. Apalagi memaksa kehendak bersikukuh
c. Surabaya memang bolah berdandan
d. Ajari aku tidak angkuh
e. Surabaya ajari aku tentang benar
9. Penginderaan yang dominan dalam penggalan puisi tersebutadalah……
a. penglihatan
b. pendengaran
c. perasaan
d. penciuman
e. perabaan
10. Perasaan yang terungkap dalam petikan puisi diatas adalah …
a. Biarpun kita hidup di kota besar dan menjadi pejabat tetap menjunjung etika
b. Belajar untuk tidak angkuh
c. Ingin belajar dari kota Surabaya yang besar
d. Mencari ilmu harus dikota besar seperti Surabaya.
e. Jangan terjerumus lampu-lampu maksiat Ibu Kota
11. Yunus : "Maksudmu gimana sih, Nas?"
Ihnas : "Ini kan kamar tamu. Kalau naruh baju di sini kau . . . gila. Kalau si Mincuk kemari gimana?"
Yunus : "Ooooo ini toh soalnya. Lantas mesti..."
Ihnas : (Memotong) "Taruh di kamar sendiri sana. Terus mandi. Jangan begitu, dong, kau."
Yunus : "Perkara naruh di kamar mandi kan urusan gua sendiri. Demikian pula soal mandi." (Kembali duduk dan minum limun dari botol)
Ihnas : "Kau mulai keras kepala, ya?"
Yunus : "Apa kepalamu nggak keras? Coba aku pegang sini."
Dikutip dari: "Inspeksi", Fransiskus Asisi Woddy Satyadarma, Kumpulan Drama Remaja, A. Rumadi (edt.), Grasindo, 1991
Suasana marah ditunjukkan oleh kalimat...
a. Kalau si Mincuk kemari gimana?
b. Taruh di kamar sendiri di sana.
c. Jangan begitu, dong, kau.
d. Kau mulai keras kepala, ya?
e. Coba, aku pegang sini.
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 12-14.
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
Tadi pagi aku ngamuk. Rasanya ini amukanku yang terdahsyat sepanjang sejarah. Keseeeeel . . . banget. Sumbernya, yah, siapa lagi kalau bukan si Siti. Itu, pembantu baru yang kelakuannya suka bikin takjub orang serumah. Bayangkan saja, masak draft paper Kewiraan yang sudah setengah mati kubuat seenaknya saja dia lempar ke tempat sampah. Dia tidak tahu betapa besarnya pengorbanan untuk rnembuat paper itu. Tiga malam nyaris tidak tidur....
Sekitar pukul dua siang perutku keroncongan minta diisi. Aku segera keluar dari kamar dan langsung ke dapur.Tapi Iho, mengapa begini sepi? Memang hari ini seluruh keluarga sedang berlibur ke Bandung. Di rumah tinggal aku dan Siti saja. Lalu ke mana dia? Aku mondar-mandir keliling rumah mencarinya, batang hidungnya pun tidak tampak.
Siti, Maria Margareta Manuwembun
12. Konflik yang terjadi dalam penggalan cerpen tersebut adalah ...
a. Siti membuang draft paper Kewiraan.
b. Si aku lapar dan kesepian.
c. Si aku tidak dapat tidur.
d. Si aku kesal dengan tingkah laku Siti.
e. Si aku mengamuk dengan dahsyat.
13. Penyebab konflik dalam kutipan tersebut adalah…
a. Kelakuan pembantu yang suka bikin takjub semua orang.
b. Draft paper Kewiraan si aku dibuang ke tempat sampah oleh si Siti.
c. Pengorbanan si aku tiap malam tidak tidur dan tidak dihargai.
d. Si aku tidak diajak keluarga berlibur keBandung.
e. Batang hidung Siti tidak tampak sudah lama sekali.
14. Peristiwa akibat konflik dalam kutipan tersebut adalah...
a. Siti minta maaf.
b. Siti pamit pulang.
c. Siti pulang ke Bandung.
d. Siti pergi dari rumah.
e. Siti membalas ikut marah.
Pesona Mars dan Gairah Masyarakat
Yang menarik dari peristiwa mendekatnya planet Mars ke Bumi bukan hanya karena kita bisa menatap lebih jelas wajah planet merah itu. Namun, kita juga menyaksikan masyarakat begitu antusias menyambut fenomena langka yang berulang sekitar 60 ribu tahun sekali ini.
Sejak sore, orang demi orang berdatangan ke halaman kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kian mendekati malam, kerumunan kian menyemut. Mereka bukan hendak menonton pergelaran drama atau pentas musik rock. Mereka sedang antre untuk memperoleh kesempatan mengintip Mars dari teropong milik Planetarium yang berada di kompleks taman ini.
Gairah yang menggelegak pada masyarakat dalam mengunjungi planetarium ini semestinya ditangkap sebagai momentum untuk membuka lahan yang selama ini begitu tertutup. Keingintahuan itu bolehlah dimanfaatkan, kemudian mengajak masyarakat lebih mengenal alam dan ilmu pengetahuan.
Kita memang tidak menaruh perhatian terhadap soal-soal ini: meningkatkan minat masyarakat ter¬hadap sains, menyediakan fasilitas publik untuk belajar, dan menyediakan museum-museum yang bernilai tinggi. Bukankah kita memiliki banyak kekayaan alam untuk mengisi ruang-ruang itu?
15. Kalimat berikut yang merupakan pokok-pokok berita "Pesona Mars dan Gairah Masyarakat" adalah ...
a. Peristiwa mendekatnya planet Mars ke Bumi.
b. Orang-orang tertarik untuk melihat peristiwa mendekatnya planet Mars ke Bumi.
c. Fenomena langka yang terjadi setiap 60 ribu tahun sekali.
d. Orang-orang berdatangan untuk melihat pentas musik rock di Taman Ismail Marzuki.
e. Gairah masyarakat mengunjungi planetarium.
16. Cermati dengan saksama paragraf berikut!
Ekosistim terumbu karang sangat komplek dan produktif. Fariasi bentuk pertumbuhannya di Indonesia sangat komplek dan luas. Sehingga bisa ditumbuhi oleh jenis biota lain. Ekosistim terumbu karang ini umumnya terdapat pada perairan yang relativ dangkal dan jernih.
Pembenahan kata-kata yang tidak tepat dalam paragraf tersebut....
a. ekosistem, produktif, biotan, relatif
b. ekosistem, kompleks, variasi, relatif
c. ekosistem, produktiv, variasi, relatif
d. ekosistem, kompleks, variasi, biotan
e. ekosistem, kompleks, produktif, variasi
17. Pestisida rumah tangga yang biasanya ter¬dapat dalam produk-produk pembasmi serangga dapat menyebabkan sakit pernapasan, sakit kepala, dan batuk. Sejumlah produk itu mengandung bahan aktif propoxur dan pyrethroid yang merupakan jenis racun kelas menengah. Oleh karena itu, konsumen jangan menggunakan secara berlebihan dan mengupayakan agar tidak menyemprot ruangan yang di dalamnya terdapat orang, terutama bayi dan anak-anak.
Sumber: Kompas, 6 Desember 2007
Laporan tersebut membahas masalah ...
a. Penyebab penyakit pernapasan, sakit kepala, dan batuk.
b. Pengaruh racun dalam pestisida.
c. Efek samping penggunaan pestisida rumah.
d. Efek penggunaan produk pembasmi serangga bagi kesehatan.
e. Pengaruh buruk racun kelas menengah bagi kesehatan.
18. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan berpendidikan tinggi, ia akan seperti padi. Setangkai padi mulai berisi akan merunduk. Makin beremas bulir padi itu, makin merunduk tangkainya. Begitu pula manusia yang berilmu dan berpendidikan tinggi, semakin ia berwawasan semakin ia merendahkan hati seperti merunduknya setangkai padi yang berbulir bernas.
Penalaran yang digunakan dalam paragraf tersebut adalah
a. sebab-akibat
b. silogisme
c. generalisme
d. analogi
e. akibat-sebab
19. Wartawan : "Bagaimana pendapat Bapak tentang adanya eksploitasi hutan?"
Narasumber : "Menurut saya itu buruk sekali, sebab eksploitasi hutan yang berlebihan akan merusak lingkungan."
Wartawan : "........"
Narasumber : "Banyak. Ada erosi karena fungsi hutan menyimpan air. Nah, karena pohon-pohon habis ditebang maka hutan gundul. Terjadilah tanah longsor. Selain itu, eksploitasi hutan akan mengganggu habitat fauna."
Teks wawancara rumpang tersebut dapat dilengkapi dengan kalimat...
a. Apa dampak eksploitasi hutan yang berlebihan terhadap lingkungan?
b. Bagaimana ini bisa terjadi?
c. Bagaimana tindakan pemerintah daerah menangani kasus ini?
d. Siapa yang terlibat dalam eksploitasi hutan tersebut?
e. Mengapa eksploitasi hutan akan merusak lingkungan?
Cermati topik dan penggunaan kalimat dalam paragraf berikut!
Topik: Pantai Natsepa
Kalimat penjelas
(1) Pantai Natsepa terletak kurang lebih sepuluh kilometer dari pusat kota.
(2) Pantai ini terlihat jelas karena letaknya hanya seratus meter dari jalan utama.
(3) Di Pantai Natsepa ini, terdapat dua tempat yang telah dilengkapi fasilitas penginapan.
(4) Di beberapa tempat yang agak condong ke laut mengalami kerusakan.
(5) Pantai ini sering dikunjungi wisatawan asing.
(6) Bahkan biasanya pengunjung sampai ke Pantai Liang.
20. Kalimat deskripsi yang sesuai dengan topik tersebut adalah ....
a. (1), (2), (3), dan (5)
b. (1), (2), (3), dan (4)
c. (1), (3), (5), dan (6)
d. (2), (3), (5), dan (6)
e. (3), (4), (5), dan (6)
Bacalah paragraf generalisasi berikut den saksama!
Ular, biawak, cecak, dan sebagainya termasuk jenis binatang melata. Seperti jenis binatang lainnya, binatang-binatang tersebut memerlukan air. Begitu juga tumbuh-tumbuhan misalnya mawar, kelapa, sawo. Manusia juga memerlukan air. Manusia, tumbuh-tumbuhan, dan binatang sangat memerlukan air.
21. Simpulan paragraf tersebut adalah ...
a. Semua manusia memerlukan air.
b. Tumbuhan memerlukan air untuk hidup.
c. Semua makhluk hidup sangat memerlukan air.
d. Setiap orang memerlukan air untuk hidup.
e. Semua binatang memerlukan air untuk hidup.
Majalah Playboy Indonesia belum bebas dari masalah. Reaksi keras kembali muncul dari Front Pembela Islam (FPI). Playboy dianggap melakukan tindakan pornografi. Menurut kuasa hukum FPI, Adnan Assegaf, S.H., majalah Playboy beserta para modelnya telah melanggar pasal 281, 282,283, 533 KUHP tentang pelanggaran susila, pasal 18 ayat 2 UU Rl No. 40 Tahun 1996 tentang pers, dan pasal 169 ayat 1 dan 2 KUHP tentang melanggar ketertiban umum karena telah mempertontonkan barang-barang tabu di muka umum.
22. Ide pokok paragraf tersebut...
a. Playboy dianggap melakukan tindakan pornografi.
b. Reaksi keras dari Front Pembela Islam (FPI).
c. Playboy telah mempertontonkan barang-barang kesusilaan di muka umum.
d. Majalah Playboy beserta para modelnya telah melanggar asusila.
e. Penerbitan majalah Playboy di Indonesia masih bermasalah.
Sistem transportasi massal seperti kereta api sangat dibutuhkan keberadaannya di kota besar seperti Jakarta. Pembangunan sistem ini sebenarnya sudah direncanakan dengan dibangunnya sistem jaringan kereta.api bawah tanah.Tingkat yang berada di atasnya dapat dimanfaatkan untuk jalan, pertokoan atau fasilitas lainnya.
23. Isi artikel tersebut adalah ...
a. Transportasi kereta api bawah tanah sangat dibutuhkan di kota besar ssperti Jakarta.
b. Keberadaan kereta api bawah tanah sangat cocok diterapkan di kota-kota seluruh Indonesia.
c. Jaringan kereta api bawah tanah tidak sesuai diterapkan di Indonesia.
d. Pembangunan jaringan kereta api bawah tanah memakan biaya yang cukup besar.
e. Jaringan kereta api bawah tanah sudah diterapkan di Jakarta.
Teks berikut untuk soal nomor 24 sampai dengan 26. Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama!
Ibu Sati senantiasa membersihkan diri. Setiap kotoran yang menempel di rumah ditepisnya jauh-jauh. la manjakan indra-indranya dengan aroma wangi lilin temaran, sunyi alam. Dan semua itu dilakukannya dengan penuh bakti. Layaknya sebuah panggilan, bukan beban.
Pertanyaanku terjawab. la tidak mungkin bosan.
Supernova “Petir”, Dee
24. Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan novel tersebut adalah ....
a. orang pertama pelaku sampingan
b. orang pertama dan ketiga
c. orang ketiga pelaku utama
d. orang pertama pelaku utama
e. orang ketiga serbatahu
25. Watak tokoh Ibu Sati dalam penggalan novel tersebut adalah ....
a. egois
b. angkuh
c. ramah
d. teliti
e. sombong
26. Amanat yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...
a. Kita harus selalu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.
b. Kita tidak boleh bosan untuk selalu memberi sesuatu.
c. Menjaga kebersihan perlu ditanamkan sejak dini.
d. Menjaga kedisiplinan dalam kehidupan sangat penting.
e. Melakukan sesuatu yang baik tidak perlu mengharap imbalan.
Puisi berikut untuk soal 27 sampai dengan 29.
Bacalah puisi berikut ini dengan saksama!
Jaring-Jaring
Kali ini
nelayan menebar jaring di laut
menangkap ikan
kali ini
Tuhan menebar jaring maut
menangkap insan
(Piek Ardiyanto)
27. Maksud puisi tersebut adalah ....
a. menggambarkan kekuasaan nelayan
b. menunjukkan kekuasaan Tuhan
c. menggambarkan pekerjaan manusia
d. membedakan kekuasaan manusia
e. menunjukkan perbedaan waktu menebar jaring
28. Makna lambang kata "jaring maut" dalam puisi tersebut adalah ....
a. penderitaan
b. kekhawatiran
c. kesulitan
d. kesedihan
e. kematian
29. Amanat puisi tersebut adalah ….
a. Tuhan sangat perkasa sehingga tidak bisa dilawan.
b. Nasib manusia sama dengan ikan di laut.
c. Manusia dapat menentukan nasibnya sendiri.
d. Semua manusia akhirnya akan menghadap Tuhan.
e. Carilah rezeki di laut dengan menangkap ikan.
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
(1) Imbas era globalisasi secara transparan telah menyuguhkan apa yang dikenal dengan budaya pop. (2) Budaya ini muncul melalui berbagai mode pakaian, makanan, dan kebudayaan dalam perspektif ke-Indonesiaan. (3) Kondisi masyarakat kita belum terbiasa dengan kebebasan yang menyebabkan kejutan budaya (culture shock). (4) Lemahnya perekat moral yang dibangun dalam sistem pendidikan nasional turut mendorong suburnya budaya tersebut. (5) Semua itu, merupakan krisis spiritual dan akhlak yang dialami masyarakat dewasa ini.
30. Kalimat simpulan paragraf tersebut terdapat pada nomor....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Nilai Ujian Nasional Bahasa Indonesia Herlambang 9,20, nilai Matematika 8,40, dan nilai Bahasa Inggris 9,60. Demikian pula nilai-nilai mata pelajaran lain, semua di atas 8,50. Selain itu, dia juga pernah menjadi juara Olimpiade Fisika tingkat provinsi....
31. Simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
a. Karena itu Herlambang perlu mendapat penghargaan.
b. Herlambang harus berbangga hati karena nilainya bagus.
c. Nilai Ujian Nasional Herlambang semua tinggi.
d. Pada pelajaran Matematika Herlambang kurang mampu.
e. Jadi, Herlambang anak yang pandai.
Cermati penggalan teks pidalo berikut!
Saudara-saudara yang berbahagia,
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa menyalangunakan atau mengonsumsi narkoba lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan dengan keuntungannya. Oleh karena itu, Saudara-saudara ....
32. Kalimat ajakan yang tepat untuk ditulis dalam teks pidato tersebut adalah ...
a. Kita harus menjauhkan diri dari korban narkoba.
b. Sudah waktunya kita mengantisipasi diri dari jerat hukum narkoba.
c. Mari, wujudkan bersama keluarga yang sehat dan sejahtera.
d. Mari, kita wujudkan kehidupan yang bebas dari narkoba.
e. Kapan lagi akan kita wujudkan keluarga bebas narkoba?
Bacalah wawancara berikut ini!
Pewawancara : "Apa bahan-bahan yang digunakan untuk menjernihkan air sumur?"
Narasumber : "Bahannya kerikil, ijuk, arang, sekam, dan batu bara."
Pewawancara : "Kemudian, alat-alat apa saja yang diperlukan?"
Narasumber : "Drum untuk menampung dan mengalirkan air tingginya ± 50 cm sebanyak dua buah, keran air dua buah, dan slang air."
Pewawancara : “…….”
Narasumber : "Drum pertama untuk menampung air yang akan dijernihkan dan drum kedua untuk menyaring"
33. Teks wawancara rumpang di atas dapat dilengkapi dengan kalimat ...
a. Di mana air itu ditampung?
b. Mengapa air ditampung dalam drum?
c. Siapa yang menampung air tersebut?
d. Kapan air tersebut dimasukkan ke dalam drum?
e. Mengapa harus menyiapkan dua buah drum, Pak?
Perhatikan isi penggalan pidato berikut!
Saudara, saudara . . pada peringatan Hari Anak Nasional ini, kami mengharap agar semua jajaran yang ada di kota ini ikut peduli terhadap hak anak. Anak tanpa bimbingan orang tua akan tumbuh menjadi liar dan pribadinya tak akan terbentuk dengan baik. Oleh karena itu, kami mengajak warga masyarakat, mulai dari tingkat keluarga, masyarakat, sekolah, dan lernbaga-lembaga lainnya untuk ambil bagian dalam memberdayakan potensi anak menjadi generasi yang siap bersaing di tingkat global.
34. Isi penggalan pidato di atas berupa ....
a. paparan
b. imbauan
a. lukisan
b. ulasan
c. alasan
Paharni paragraf berikut!
(1) Setelah Indonesia membatalkan pembelian pesawat tempur F-16 dari AS, pesawat Mirage 200 dari Francis, dan Mig-19/Fulerum, pemerintah memutuskan untuk membeli Sukhoi-30 dari Rusia. (2) Menurut Habibie, pesawat tempur Sukhoi-30 memiliki keunggulan, terutama dalam aerodinamika. (3) Selanjutnya, beliau mengemukakan bahwa kewenangan untuk memilih pesawat tempur yang akan dibeli berada pada TNI. (4) Untuk menentukan pilihan pesawat tempur yang akan dibeli, kita harus mempertimbangkan harganya. (5) Akan tetapi, menurut Ketua Bappenas, pilihan jenis pesawat tempur pengganti F-16 akan diumumkan pekan depan.
35. Kalimat yang berupa fakta dalam berita tersebut adalah nomor....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Perhatikan paragraf berikut!
(1) Di Indonesia, lamun hidup di pantai berlumpur, berpasir, berpuing karang mati, atau di antara hutan mangrove dan terumbu karang. (2) Di antara 20 spesies yang tumbuh di Asia Tenggara, 12 jenis di antaranya ada di Indonesia. (3) Filipina punya 16 jenis. (4) Akan tetapi, penelitian lamun di Indonesia baru dimulai sejak 1970-an dan baru mencakup sedikit daerah. (5) Dengan pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, jika seluruh 30.000 km2 luas padang lamun Indonesia diteliti mungkin keanekaragaman lamun terbanyak di dunia.
36. Kalimat yang merupakan opini ditandai kalimat nomor....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Kalimat utama:
Reuni merupakan ajang mengenang masa lalu.
Kalimat penjelas:
(1) Reuni itu diadakan di sebuah hotel berbintang.
(2) Mereka mengenang masa manis waktu bersekolah.
(3) Sewaktu melihat-lihat foto-foto mereka dulu, mereka tertawa geli.
(4) Undangan disampaikan melalui siaran radio swasta.
(5) Masa-masa bersekolah memang merupakan masa yang paling indah.
37. Kalimat yang sesuai dengan kalimat utama tersebut terdapat pada nomor....
a. (2), (3), dan (5)
b. (2), (1), dan (4)
c. (3), (5), dan (4)
d. (4), (3), dan (5)
e. (5), (1), dan (2)
Cermati paragraf berikut!
(1) Musim panas hampir usai pertengahan bulan September itu. (2) Musim semi mulai terasa dengan angin sepoi dan udara yang lebih sejuk petang hari. (3) Suhu udara mencapai 30 derajat Celsius siang hari. (4) Udara musim panas mulai tiba lebih cepat dari semula. (5) Waktu bergulir sejam lebih lambat menandai datangnya musim gugur.
38. Kalimat yang tidak sesuai dalam paragraf deskripsi tersebut terdapat pada nomor....
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (3)
d. (2) dan (4)
e. (3) dan (5)
Perhatikan paragraf deduktif berikut!
Bahkan, menu pun bisa seperti menu seluruh keluarga. Penggunaan gula dalam bumbu tidak dilarang. Tidak ada makanan yang dilarang, hanya saja dibatasi sesuai kebutuhan. Penderita diabetes dianjurkan makan besar tiga kali sehari plus makan snack tiga kali, masing-masing interval tiga jam.
39. Simpulan yang tepat untuk paragraf deduktif tersebut...
a. Pada prinsipnya, makanan seimbang tidak berbeda dengan anjuran makan sehat pada umumnya.
b. Sebelumnya, untuk kepentingan klinik praktis, jumlah kalori dapat dihitung setelah penentuan status gizi.
c. Makanan yang dianjurkan adalah yang seimbang dengan komposisi yang baik.
d. Akar penyakit yang dialami penderita diabe¬tes adalah kadar gula yang tinggi.
e. Makanan-makanan yang harus dihindari adalah hidrat arang terutama hidrat arang sederhana dan olahan.
40. 1) Jiwa kepahlawanan harus dipupuk dan ditanamkan pada setiap pribadi sejak dini.
2) Setiap pribadi akan memiliki jiwa yang besar, penuh tanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama.
3) Jiwa kepahlawanan yang dimiliki setiap pribadi akan berkembang menjadi sifat kepribadian yang luhur.
4) Dengan memiliki jiwa kepahlawanan yang tinggi roda pemerintahan akan berjalan dengan sukses.
5) Semua sifat itu sangat diperlukan untuk membangun bangsa.
Agar menjadi paragraf argumentasi yang padu, susunan kalimat acak tersebut menjadi...
a. 1)-4)-5)-2)-3)
b. 1)-4)-3)-2)-5)
c. 1)-2)-3)-4)-5)
d. 3)-4)-1)-2)-5)
e. 1)-3)-4)-2)-5)
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 41-43.
Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama!
"Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?” katanya pelan-pelan, setengah ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. la mesti berpikir panjang. la mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain. "Tapi, kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang akan dikatakan oleh Sumarto?" Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu. la memang sudah keberatan ketika suami Soleha dipanggil orang dari kampung sawah untuk mengobati Pak Murad. Sebagai mantri kesehatan di sekitar itu memang tak ada dokter. Suami Soleha sering diminta pertolongan. Namun, ia tahu betul Pak Murad ayah Murni. Murni sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murni dipaksa kawin.
41. Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah...
a. Soleha perang batin sewaktu mau bicara dengan Sumarto.
b. Pak Sumarto kebingungan sewaktu mau bicara dengan Soleha.
c. Soleha tidak rela menguburkan jenazah anaknya di Sirnagara.
d. Pak Sumarto perang batin sewaktu akan menguburkan jenazah istrinya.
e. Suami Soleha dan Soleha perang mulut mengenai penguburan jenazah anaknya.
42. Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan tersebut adalah....
a. karena suaminya mantri kesehatan
b. karena suaminya diminta pertolongan
c. karena cemburu terhadap Murni
d. karena suami Soleha pernah mencintai Murni.
e. karena suaminya mengobati Pak Murad ayah Murni
43. Peristiwa yang terjadi akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
a. Suaminya mengobati Pak Murad yang sakit.
b. Suaminya sering diminta pertolongan karena tidak ada dokter.
c. Soleha tidak dapat menentukan tempat penguburan anaknya.
d. Suaminya akan bertemu dengan Murni anak Pak Murad.
e. Murni yang pernah dicintai suaminya sudah menjanda.
44. Secara ringkas hubungan antara tujuan penulis dapat dilihat dalam daftar berikut :
NO TUJUAN PENULISAN JENIS KARANGAN
1. Memberikan informasi kepada pembaca Eksposisi
2. Memberikan gambaran yang jelas tentang suatu keadaan Deskripsi
3. Menceritakan rangkaian peristiwa dengan tokoh-tokohnya Narasi
4. Mengemukakan pendapat yang disertai alasan yang kuat Argumentasi
5. Mempengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu Persuasi
NO DESKRIPSI ARGUMENTASI
1. Memberikan informasi kepada pembaca Memberikan gambaran yang jelas tentang suatu keadaan
2. Mengemukakan pendapat dengan alasan yang kuat Mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu
3. Mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu Menceritakan rangkaian peristiwa dengan tokoh-tokohnya
4. Memberikan gambaran yang jelas tentang suatu keadaan Mengemukakan pendapat yang disertai alasan yang kuat
5. Menceritakan rangkaian peristiwa dengan tokoh-tokohnya Memberikan informasi kepada pembaca
Berdasarkan tabel diatas perbedaan paragraf deskrpsi dengan argumentasi yang tepat terdapat pada lajur nomor ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
45. Bacalah paragraph berikut ini !
(1)Udara pagi sangat baik untuk kesehatan. (2) Jika kita sering menghirup udara pagi, badan kita akan sehat. (3) Hal itu disebabkan udara yang kita hirup masih bersih dan belum tercemar. (4) Udara di Jakarta sudah tidak bersih lagi, apalagi siang hari karena tercemar oleh asap kendaraan bermotor. (5) Oleh karena itu marilah bangun pagi setiap hari agar badan kita tetap sehat.
Kalimat yang tidak padu terdapat pada nomor…
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
46. Pelanggaran lalu lintas sering dilakukan. Pelanggaran itu contohnya menyebrang tidak di tempat yag sudah disediakan. bus menghentikan mobil sekehendak hati supir. Pengendara kendaraan bermotor sering ngebut. Pengendara juga banyak yang tidak memiliki SIM.
Jenis paragraf tersebut adalah ….
a. narasi
b. eksposisi
c. persuasi
d. argumentasi
e. deskripsi
47.
1. Penokohan dan perwatakan dilukiskan secara singkat
2. terdiri dari satu alur
3. konflik yang terjadi tidak menimbulkan perubahan nasib
4. Menceritakan sebagian kehidupan pelakunya
5. cerpen lebih panjang daripada novel
Ciri-ciri cerpen yang tepat adalah…..
a. 1 , 2 , 4
b. 1 , 3 , 4
c. 1 , 2 , 3
d. 1 , 3 , 5
e. 1 , 2 , 5
48. 1. Klimaks
2. perkenalan
3. penyelesaian
4. konflik
5. antiklimaks
Urutan tahapan alur yang tepat dalam penyusunan cerpen adalah…
a. 2,4,1,5,3
b. 2,1,4,5,3
c. 2,4,5,1,3
d. 2,1,5,4,3
e. 2,5,1,4,3
49. “Saudara Saksi Mata.”
“Saya Pak.”
“Apakah Saudara masih bisa bersaksi?”
“Saya siap Pak. Itu sebabnya saya datang ke pengadilan ini lebih dulu ketimbang dokter mata, Pak.” (Saksi Mata, Seno Gumira Ajidan)
Watak tokoh Saksi Mata pada penggalan cerpen di atas adalah …..
a. keras
b. bodoh
c. berani
d. takut
e. malas
50. Suatu luapan rasa simpati yang muncul secara tiba-tiba membuat air matanya berlinang di kedua belah mata lucy. Kasihan. ibuku sayang pikirnya. betapa ibunya sering kelaparan asalkan anak-anaknya tidak. Aku tidak boleh mementingkan diriku sendiri. Demikianlah, ia kemudian meletakkan kepalanya ke pangkuan ibunya.
Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerpen di atas …
a. anak yang manja biasanya mementingkan diri sendiri
b. tidak mementingkan diri sendiri
c. kesedihan yang mendalam sehingga timbul rasa iba
d. keluarga yang akrab dengan lingkungan
e. pengorbanan seorang anak untuk ibunya
A. BERILAH TANDA SILANG (X) HURUF A,B,C,D, ATAU E PADA ALTERNATIF JAWABAN YANG PALING TEPAT !
1. Karena pengaruh globalisasi dan tuntutan kehidupan masyarakat akan mengalami pergeseran apresiasi dan cara pandang terhadap berbagai aspek kehidupan. Berbagai aspek kehidupan itu sendiri juga mengalami perubahan – perubahan yang berarti. Untuk menjelaskan bagaimana pendidikan masa depan harus dilaksanakan, berbagai tuntutan, kebutuhan, dan fenomena yang terjadi dalam mesyarakat perlu dicermati secara seksama. Berbagai tuntutan itulah nantinya memaksa dunia pendidikan untuk berbenah diri, dunia kerja misalnya dapat dipastikan akan menuju kepada spesialisasi dan profesionalisasi. Kutipan di atas berisi ……
a. Opini
b. Fakta
c. Analisis
d. Pembuktian
e. Deskripsi
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 2 dan 3.
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Perilaku sehat merupakan pilar yang paling utama. Hal ini karena komponen tersebut ternyata sangat berpengaruh pada kedua pilar lainnya. Seperti seseorang dengan perilaku sehat, tentu akan menjaga lingkungannya tetap sehat juga. Selain itu, dengan perilaku sehat, seseorang akan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada untuk memelihara kesehatannya.
2. Pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam paragraf tersebut adalah ...
a. Mengapa perilaku sehat merupakan pilar paling utama?
b. Bagaimana cara menjaga agar lingkungan tetap sehat?
c. Apakah fungsi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat?
d. Mengapa masyarakat hams memelihara kesehatan lingkungan?
e. Kapan pemerintah harus memberi pe¬layanan kesehatan?
3. Paragraf tersebut mempunyai ide pokok ...
a. Memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.
b. Menjaga lingkungan agar tetap sehat.
c. Perilaku sehat berpengaruh pada pilar-pilar lainnya.
d. Berperilaku sehat akan menjaga kebersihan.
e. Perilaku sehat merupakan pilar utama.
4. Hujan lebat disertai angin kencang, Minggu (2/12), kembali melanda Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, dan beberapa daerah lainnya. Di Sukoharjo, angin kencang merobohkan sebanyak 12 tiang listrik di Kecamatan Baki dan Kecamatan Grogol. Hingga malam hari sejumlah warga masih berada di luar rumah karena trauma.
Kompas, 3 Desember 2010
Potongan berita tersebut mengabarkan ...
a. Hujan dan angin kencang yang merobohkan 12 tiang listrik.
b. Hujan deras yang melanda Kecamatan Baki dan Grogol, Sukaharjo.
c. Angin puting beliung yang melanda dua kecamatan di Sukaharjo.
d. Evakuasi korban bencana angin ribut.
e. Warga yang mengungsi karena tempat tinggalnya dilanda angin ribut.
5. …..
Saudara-saudaraku,
Sudah tiba saatnya kita membangun desa kita. Mari kita tinggalkan penderitaan kita. Mari kita lupakan bencana yang telah meluluhlantakkan tempat tinggal kita. Sudah saatnya kita bangkit lagi. Sudah saatnya kita membangun desa kita. Membangun perekonomian dan sarana sosial
…..
Isi pidato tersebut adalah ...
a. Ajakan untuk membangun perekonomian desa.
b. Ajakan untuk meninggalkan desa.
c. Ajakan untuk membangun desa setelah terjadi bencana.
d. Ajakan untuk menghilangkan trauma karena bencana.
e. Ajakan untuk membangun sarana social
Bacalah paragraf deskripsi berikut dengan saksama!
Kelurahan Bibi Ani terletak di sebuah lereng gunung yang sangat subur. Jarak tempat tinggal Bibi Ani dengan puncak gunung itu hanya sekitar 8 kilometer. Dari puncak gunung itu kita bisa memandang hamparan sawah yang padinya telah menguning untuk siap panen..... Rumah penduduk dikelilingi oleh pepohonan yang menghijau membuat suasana menyenangkan. Aku rasanya ingin lebih lama tinggal bersama Bibi Ani.
6. Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
a. Sungai di sekitar pegunungan itu sering menyebabkan banjir.
b. Sungai yang ada di sekitar pegunungan itu sangat dalam.
c. Sungai di dekat gunung itu sangat kotor.
d. Sungai di kaki gunung itu berkelok-kelok menyisir kaki gunung.
e. Sungai di sekitar pegunungan itu menambah keindahan.
7. Kita perlu berbagi rasa sakit. Itulah pesan terpenting yang harus kita ambil untuk menyikapi kenaikan harga minyak dunia yang gila-gilaan. Pemerintah telah menetapkan sembilan langkah untuk mengantisipasi keliaran harga minyak sebagai strategi mengamankan kebijakan fiskal tahun 2008. Semua langkah tersebut ditempuh sebagai skenario terburuk, tidak satu pun yang menyenangkan. Semuanya menyakitkan.
"Berbagi Rasa Sakit", Kompas, 3 Desember 2007
Fakta pada paragraf tersebut tergambar pada kalimat...
a. Kita perlu berbagi rasa sakit.
b. Itulah pesan terpenting yang harus kita ambil untuk menyikapi kenaikan harga minyak dunia yang gila-gilaan.
c. Pemerintah telah menetapkan sembilan langkah untuk mengantisipasi keliaran harga minyak sebagai strategi mengamankan kebijakan fiskal tahun 2008.
d. Semua langkah tersebut ditempuh sebagai skenario terburuk, tidak satu pun yang me-nyenangkan.
e. Semuanya menyakitkan
SURABAYA AJARI AKU TENTANG BENAR
Surabaya ajari aku bicara apa adanya
Tanpa harus pandai menjilat apa lagi berlaku bejat
Menebar maksiat dengan topeng-topeng lampu gemerlap
Ajari aku tidak angkuh
Apalagi memaksa kehendak bersikukuh
Hanya lantaran sebentuk kursi yang kian lama kian rapuh
….
Surabaya memang boleh berdandan
Bila malam lampu-lampu ikan warna-warni
Siang, jalanan tertib kendaraan berpolusi
Senja meremang, mentari seindah pagi
Di antara gedung tua dan tugu pahlawan kita
….
Surabaya ajari aku tentang benar. Tentang benar!
8. Di bawah ini yang termasuk imaji visual dari penggalan puisi di atas adalah…..
a. Hanya lantaran sebentuk kursi yang kian lama kian rapuh
b. Apalagi memaksa kehendak bersikukuh
c. Surabaya memang bolah berdandan
d. Ajari aku tidak angkuh
e. Surabaya ajari aku tentang benar
9. Penginderaan yang dominan dalam penggalan puisi tersebutadalah……
a. penglihatan
b. pendengaran
c. perasaan
d. penciuman
e. perabaan
10. Perasaan yang terungkap dalam petikan puisi diatas adalah …
a. Biarpun kita hidup di kota besar dan menjadi pejabat tetap menjunjung etika
b. Belajar untuk tidak angkuh
c. Ingin belajar dari kota Surabaya yang besar
d. Mencari ilmu harus dikota besar seperti Surabaya.
e. Jangan terjerumus lampu-lampu maksiat Ibu Kota
11. Yunus : "Maksudmu gimana sih, Nas?"
Ihnas : "Ini kan kamar tamu. Kalau naruh baju di sini kau . . . gila. Kalau si Mincuk kemari gimana?"
Yunus : "Ooooo ini toh soalnya. Lantas mesti..."
Ihnas : (Memotong) "Taruh di kamar sendiri sana. Terus mandi. Jangan begitu, dong, kau."
Yunus : "Perkara naruh di kamar mandi kan urusan gua sendiri. Demikian pula soal mandi." (Kembali duduk dan minum limun dari botol)
Ihnas : "Kau mulai keras kepala, ya?"
Yunus : "Apa kepalamu nggak keras? Coba aku pegang sini."
Dikutip dari: "Inspeksi", Fransiskus Asisi Woddy Satyadarma, Kumpulan Drama Remaja, A. Rumadi (edt.), Grasindo, 1991
Suasana marah ditunjukkan oleh kalimat...
a. Kalau si Mincuk kemari gimana?
b. Taruh di kamar sendiri di sana.
c. Jangan begitu, dong, kau.
d. Kau mulai keras kepala, ya?
e. Coba, aku pegang sini.
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 12-14.
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
Tadi pagi aku ngamuk. Rasanya ini amukanku yang terdahsyat sepanjang sejarah. Keseeeeel . . . banget. Sumbernya, yah, siapa lagi kalau bukan si Siti. Itu, pembantu baru yang kelakuannya suka bikin takjub orang serumah. Bayangkan saja, masak draft paper Kewiraan yang sudah setengah mati kubuat seenaknya saja dia lempar ke tempat sampah. Dia tidak tahu betapa besarnya pengorbanan untuk rnembuat paper itu. Tiga malam nyaris tidak tidur....
Sekitar pukul dua siang perutku keroncongan minta diisi. Aku segera keluar dari kamar dan langsung ke dapur.Tapi Iho, mengapa begini sepi? Memang hari ini seluruh keluarga sedang berlibur ke Bandung. Di rumah tinggal aku dan Siti saja. Lalu ke mana dia? Aku mondar-mandir keliling rumah mencarinya, batang hidungnya pun tidak tampak.
Siti, Maria Margareta Manuwembun
12. Konflik yang terjadi dalam penggalan cerpen tersebut adalah ...
a. Siti membuang draft paper Kewiraan.
b. Si aku lapar dan kesepian.
c. Si aku tidak dapat tidur.
d. Si aku kesal dengan tingkah laku Siti.
e. Si aku mengamuk dengan dahsyat.
13. Penyebab konflik dalam kutipan tersebut adalah…
a. Kelakuan pembantu yang suka bikin takjub semua orang.
b. Draft paper Kewiraan si aku dibuang ke tempat sampah oleh si Siti.
c. Pengorbanan si aku tiap malam tidak tidur dan tidak dihargai.
d. Si aku tidak diajak keluarga berlibur keBandung.
e. Batang hidung Siti tidak tampak sudah lama sekali.
14. Peristiwa akibat konflik dalam kutipan tersebut adalah...
a. Siti minta maaf.
b. Siti pamit pulang.
c. Siti pulang ke Bandung.
d. Siti pergi dari rumah.
e. Siti membalas ikut marah.
Pesona Mars dan Gairah Masyarakat
Yang menarik dari peristiwa mendekatnya planet Mars ke Bumi bukan hanya karena kita bisa menatap lebih jelas wajah planet merah itu. Namun, kita juga menyaksikan masyarakat begitu antusias menyambut fenomena langka yang berulang sekitar 60 ribu tahun sekali ini.
Sejak sore, orang demi orang berdatangan ke halaman kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kian mendekati malam, kerumunan kian menyemut. Mereka bukan hendak menonton pergelaran drama atau pentas musik rock. Mereka sedang antre untuk memperoleh kesempatan mengintip Mars dari teropong milik Planetarium yang berada di kompleks taman ini.
Gairah yang menggelegak pada masyarakat dalam mengunjungi planetarium ini semestinya ditangkap sebagai momentum untuk membuka lahan yang selama ini begitu tertutup. Keingintahuan itu bolehlah dimanfaatkan, kemudian mengajak masyarakat lebih mengenal alam dan ilmu pengetahuan.
Kita memang tidak menaruh perhatian terhadap soal-soal ini: meningkatkan minat masyarakat ter¬hadap sains, menyediakan fasilitas publik untuk belajar, dan menyediakan museum-museum yang bernilai tinggi. Bukankah kita memiliki banyak kekayaan alam untuk mengisi ruang-ruang itu?
15. Kalimat berikut yang merupakan pokok-pokok berita "Pesona Mars dan Gairah Masyarakat" adalah ...
a. Peristiwa mendekatnya planet Mars ke Bumi.
b. Orang-orang tertarik untuk melihat peristiwa mendekatnya planet Mars ke Bumi.
c. Fenomena langka yang terjadi setiap 60 ribu tahun sekali.
d. Orang-orang berdatangan untuk melihat pentas musik rock di Taman Ismail Marzuki.
e. Gairah masyarakat mengunjungi planetarium.
16. Cermati dengan saksama paragraf berikut!
Ekosistim terumbu karang sangat komplek dan produktif. Fariasi bentuk pertumbuhannya di Indonesia sangat komplek dan luas. Sehingga bisa ditumbuhi oleh jenis biota lain. Ekosistim terumbu karang ini umumnya terdapat pada perairan yang relativ dangkal dan jernih.
Pembenahan kata-kata yang tidak tepat dalam paragraf tersebut....
a. ekosistem, produktif, biotan, relatif
b. ekosistem, kompleks, variasi, relatif
c. ekosistem, produktiv, variasi, relatif
d. ekosistem, kompleks, variasi, biotan
e. ekosistem, kompleks, produktif, variasi
17. Pestisida rumah tangga yang biasanya ter¬dapat dalam produk-produk pembasmi serangga dapat menyebabkan sakit pernapasan, sakit kepala, dan batuk. Sejumlah produk itu mengandung bahan aktif propoxur dan pyrethroid yang merupakan jenis racun kelas menengah. Oleh karena itu, konsumen jangan menggunakan secara berlebihan dan mengupayakan agar tidak menyemprot ruangan yang di dalamnya terdapat orang, terutama bayi dan anak-anak.
Sumber: Kompas, 6 Desember 2007
Laporan tersebut membahas masalah ...
a. Penyebab penyakit pernapasan, sakit kepala, dan batuk.
b. Pengaruh racun dalam pestisida.
c. Efek samping penggunaan pestisida rumah.
d. Efek penggunaan produk pembasmi serangga bagi kesehatan.
e. Pengaruh buruk racun kelas menengah bagi kesehatan.
18. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan berpendidikan tinggi, ia akan seperti padi. Setangkai padi mulai berisi akan merunduk. Makin beremas bulir padi itu, makin merunduk tangkainya. Begitu pula manusia yang berilmu dan berpendidikan tinggi, semakin ia berwawasan semakin ia merendahkan hati seperti merunduknya setangkai padi yang berbulir bernas.
Penalaran yang digunakan dalam paragraf tersebut adalah
a. sebab-akibat
b. silogisme
c. generalisme
d. analogi
e. akibat-sebab
19. Wartawan : "Bagaimana pendapat Bapak tentang adanya eksploitasi hutan?"
Narasumber : "Menurut saya itu buruk sekali, sebab eksploitasi hutan yang berlebihan akan merusak lingkungan."
Wartawan : "........"
Narasumber : "Banyak. Ada erosi karena fungsi hutan menyimpan air. Nah, karena pohon-pohon habis ditebang maka hutan gundul. Terjadilah tanah longsor. Selain itu, eksploitasi hutan akan mengganggu habitat fauna."
Teks wawancara rumpang tersebut dapat dilengkapi dengan kalimat...
a. Apa dampak eksploitasi hutan yang berlebihan terhadap lingkungan?
b. Bagaimana ini bisa terjadi?
c. Bagaimana tindakan pemerintah daerah menangani kasus ini?
d. Siapa yang terlibat dalam eksploitasi hutan tersebut?
e. Mengapa eksploitasi hutan akan merusak lingkungan?
Cermati topik dan penggunaan kalimat dalam paragraf berikut!
Topik: Pantai Natsepa
Kalimat penjelas
(1) Pantai Natsepa terletak kurang lebih sepuluh kilometer dari pusat kota.
(2) Pantai ini terlihat jelas karena letaknya hanya seratus meter dari jalan utama.
(3) Di Pantai Natsepa ini, terdapat dua tempat yang telah dilengkapi fasilitas penginapan.
(4) Di beberapa tempat yang agak condong ke laut mengalami kerusakan.
(5) Pantai ini sering dikunjungi wisatawan asing.
(6) Bahkan biasanya pengunjung sampai ke Pantai Liang.
20. Kalimat deskripsi yang sesuai dengan topik tersebut adalah ....
a. (1), (2), (3), dan (5)
b. (1), (2), (3), dan (4)
c. (1), (3), (5), dan (6)
d. (2), (3), (5), dan (6)
e. (3), (4), (5), dan (6)
Bacalah paragraf generalisasi berikut den saksama!
Ular, biawak, cecak, dan sebagainya termasuk jenis binatang melata. Seperti jenis binatang lainnya, binatang-binatang tersebut memerlukan air. Begitu juga tumbuh-tumbuhan misalnya mawar, kelapa, sawo. Manusia juga memerlukan air. Manusia, tumbuh-tumbuhan, dan binatang sangat memerlukan air.
21. Simpulan paragraf tersebut adalah ...
a. Semua manusia memerlukan air.
b. Tumbuhan memerlukan air untuk hidup.
c. Semua makhluk hidup sangat memerlukan air.
d. Setiap orang memerlukan air untuk hidup.
e. Semua binatang memerlukan air untuk hidup.
Majalah Playboy Indonesia belum bebas dari masalah. Reaksi keras kembali muncul dari Front Pembela Islam (FPI). Playboy dianggap melakukan tindakan pornografi. Menurut kuasa hukum FPI, Adnan Assegaf, S.H., majalah Playboy beserta para modelnya telah melanggar pasal 281, 282,283, 533 KUHP tentang pelanggaran susila, pasal 18 ayat 2 UU Rl No. 40 Tahun 1996 tentang pers, dan pasal 169 ayat 1 dan 2 KUHP tentang melanggar ketertiban umum karena telah mempertontonkan barang-barang tabu di muka umum.
22. Ide pokok paragraf tersebut...
a. Playboy dianggap melakukan tindakan pornografi.
b. Reaksi keras dari Front Pembela Islam (FPI).
c. Playboy telah mempertontonkan barang-barang kesusilaan di muka umum.
d. Majalah Playboy beserta para modelnya telah melanggar asusila.
e. Penerbitan majalah Playboy di Indonesia masih bermasalah.
Sistem transportasi massal seperti kereta api sangat dibutuhkan keberadaannya di kota besar seperti Jakarta. Pembangunan sistem ini sebenarnya sudah direncanakan dengan dibangunnya sistem jaringan kereta.api bawah tanah.Tingkat yang berada di atasnya dapat dimanfaatkan untuk jalan, pertokoan atau fasilitas lainnya.
23. Isi artikel tersebut adalah ...
a. Transportasi kereta api bawah tanah sangat dibutuhkan di kota besar ssperti Jakarta.
b. Keberadaan kereta api bawah tanah sangat cocok diterapkan di kota-kota seluruh Indonesia.
c. Jaringan kereta api bawah tanah tidak sesuai diterapkan di Indonesia.
d. Pembangunan jaringan kereta api bawah tanah memakan biaya yang cukup besar.
e. Jaringan kereta api bawah tanah sudah diterapkan di Jakarta.
Teks berikut untuk soal nomor 24 sampai dengan 26. Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama!
Ibu Sati senantiasa membersihkan diri. Setiap kotoran yang menempel di rumah ditepisnya jauh-jauh. la manjakan indra-indranya dengan aroma wangi lilin temaran, sunyi alam. Dan semua itu dilakukannya dengan penuh bakti. Layaknya sebuah panggilan, bukan beban.
Pertanyaanku terjawab. la tidak mungkin bosan.
Supernova “Petir”, Dee
24. Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan novel tersebut adalah ....
a. orang pertama pelaku sampingan
b. orang pertama dan ketiga
c. orang ketiga pelaku utama
d. orang pertama pelaku utama
e. orang ketiga serbatahu
25. Watak tokoh Ibu Sati dalam penggalan novel tersebut adalah ....
a. egois
b. angkuh
c. ramah
d. teliti
e. sombong
26. Amanat yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...
a. Kita harus selalu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.
b. Kita tidak boleh bosan untuk selalu memberi sesuatu.
c. Menjaga kebersihan perlu ditanamkan sejak dini.
d. Menjaga kedisiplinan dalam kehidupan sangat penting.
e. Melakukan sesuatu yang baik tidak perlu mengharap imbalan.
Puisi berikut untuk soal 27 sampai dengan 29.
Bacalah puisi berikut ini dengan saksama!
Jaring-Jaring
Kali ini
nelayan menebar jaring di laut
menangkap ikan
kali ini
Tuhan menebar jaring maut
menangkap insan
(Piek Ardiyanto)
27. Maksud puisi tersebut adalah ....
a. menggambarkan kekuasaan nelayan
b. menunjukkan kekuasaan Tuhan
c. menggambarkan pekerjaan manusia
d. membedakan kekuasaan manusia
e. menunjukkan perbedaan waktu menebar jaring
28. Makna lambang kata "jaring maut" dalam puisi tersebut adalah ....
a. penderitaan
b. kekhawatiran
c. kesulitan
d. kesedihan
e. kematian
29. Amanat puisi tersebut adalah ….
a. Tuhan sangat perkasa sehingga tidak bisa dilawan.
b. Nasib manusia sama dengan ikan di laut.
c. Manusia dapat menentukan nasibnya sendiri.
d. Semua manusia akhirnya akan menghadap Tuhan.
e. Carilah rezeki di laut dengan menangkap ikan.
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
(1) Imbas era globalisasi secara transparan telah menyuguhkan apa yang dikenal dengan budaya pop. (2) Budaya ini muncul melalui berbagai mode pakaian, makanan, dan kebudayaan dalam perspektif ke-Indonesiaan. (3) Kondisi masyarakat kita belum terbiasa dengan kebebasan yang menyebabkan kejutan budaya (culture shock). (4) Lemahnya perekat moral yang dibangun dalam sistem pendidikan nasional turut mendorong suburnya budaya tersebut. (5) Semua itu, merupakan krisis spiritual dan akhlak yang dialami masyarakat dewasa ini.
30. Kalimat simpulan paragraf tersebut terdapat pada nomor....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Nilai Ujian Nasional Bahasa Indonesia Herlambang 9,20, nilai Matematika 8,40, dan nilai Bahasa Inggris 9,60. Demikian pula nilai-nilai mata pelajaran lain, semua di atas 8,50. Selain itu, dia juga pernah menjadi juara Olimpiade Fisika tingkat provinsi....
31. Simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ...
a. Karena itu Herlambang perlu mendapat penghargaan.
b. Herlambang harus berbangga hati karena nilainya bagus.
c. Nilai Ujian Nasional Herlambang semua tinggi.
d. Pada pelajaran Matematika Herlambang kurang mampu.
e. Jadi, Herlambang anak yang pandai.
Cermati penggalan teks pidalo berikut!
Saudara-saudara yang berbahagia,
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa menyalangunakan atau mengonsumsi narkoba lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan dengan keuntungannya. Oleh karena itu, Saudara-saudara ....
32. Kalimat ajakan yang tepat untuk ditulis dalam teks pidato tersebut adalah ...
a. Kita harus menjauhkan diri dari korban narkoba.
b. Sudah waktunya kita mengantisipasi diri dari jerat hukum narkoba.
c. Mari, wujudkan bersama keluarga yang sehat dan sejahtera.
d. Mari, kita wujudkan kehidupan yang bebas dari narkoba.
e. Kapan lagi akan kita wujudkan keluarga bebas narkoba?
Bacalah wawancara berikut ini!
Pewawancara : "Apa bahan-bahan yang digunakan untuk menjernihkan air sumur?"
Narasumber : "Bahannya kerikil, ijuk, arang, sekam, dan batu bara."
Pewawancara : "Kemudian, alat-alat apa saja yang diperlukan?"
Narasumber : "Drum untuk menampung dan mengalirkan air tingginya ± 50 cm sebanyak dua buah, keran air dua buah, dan slang air."
Pewawancara : “…….”
Narasumber : "Drum pertama untuk menampung air yang akan dijernihkan dan drum kedua untuk menyaring"
33. Teks wawancara rumpang di atas dapat dilengkapi dengan kalimat ...
a. Di mana air itu ditampung?
b. Mengapa air ditampung dalam drum?
c. Siapa yang menampung air tersebut?
d. Kapan air tersebut dimasukkan ke dalam drum?
e. Mengapa harus menyiapkan dua buah drum, Pak?
Perhatikan isi penggalan pidato berikut!
Saudara, saudara . . pada peringatan Hari Anak Nasional ini, kami mengharap agar semua jajaran yang ada di kota ini ikut peduli terhadap hak anak. Anak tanpa bimbingan orang tua akan tumbuh menjadi liar dan pribadinya tak akan terbentuk dengan baik. Oleh karena itu, kami mengajak warga masyarakat, mulai dari tingkat keluarga, masyarakat, sekolah, dan lernbaga-lembaga lainnya untuk ambil bagian dalam memberdayakan potensi anak menjadi generasi yang siap bersaing di tingkat global.
34. Isi penggalan pidato di atas berupa ....
a. paparan
b. imbauan
a. lukisan
b. ulasan
c. alasan
Paharni paragraf berikut!
(1) Setelah Indonesia membatalkan pembelian pesawat tempur F-16 dari AS, pesawat Mirage 200 dari Francis, dan Mig-19/Fulerum, pemerintah memutuskan untuk membeli Sukhoi-30 dari Rusia. (2) Menurut Habibie, pesawat tempur Sukhoi-30 memiliki keunggulan, terutama dalam aerodinamika. (3) Selanjutnya, beliau mengemukakan bahwa kewenangan untuk memilih pesawat tempur yang akan dibeli berada pada TNI. (4) Untuk menentukan pilihan pesawat tempur yang akan dibeli, kita harus mempertimbangkan harganya. (5) Akan tetapi, menurut Ketua Bappenas, pilihan jenis pesawat tempur pengganti F-16 akan diumumkan pekan depan.
35. Kalimat yang berupa fakta dalam berita tersebut adalah nomor....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Perhatikan paragraf berikut!
(1) Di Indonesia, lamun hidup di pantai berlumpur, berpasir, berpuing karang mati, atau di antara hutan mangrove dan terumbu karang. (2) Di antara 20 spesies yang tumbuh di Asia Tenggara, 12 jenis di antaranya ada di Indonesia. (3) Filipina punya 16 jenis. (4) Akan tetapi, penelitian lamun di Indonesia baru dimulai sejak 1970-an dan baru mencakup sedikit daerah. (5) Dengan pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, jika seluruh 30.000 km2 luas padang lamun Indonesia diteliti mungkin keanekaragaman lamun terbanyak di dunia.
36. Kalimat yang merupakan opini ditandai kalimat nomor....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Kalimat utama:
Reuni merupakan ajang mengenang masa lalu.
Kalimat penjelas:
(1) Reuni itu diadakan di sebuah hotel berbintang.
(2) Mereka mengenang masa manis waktu bersekolah.
(3) Sewaktu melihat-lihat foto-foto mereka dulu, mereka tertawa geli.
(4) Undangan disampaikan melalui siaran radio swasta.
(5) Masa-masa bersekolah memang merupakan masa yang paling indah.
37. Kalimat yang sesuai dengan kalimat utama tersebut terdapat pada nomor....
a. (2), (3), dan (5)
b. (2), (1), dan (4)
c. (3), (5), dan (4)
d. (4), (3), dan (5)
e. (5), (1), dan (2)
Cermati paragraf berikut!
(1) Musim panas hampir usai pertengahan bulan September itu. (2) Musim semi mulai terasa dengan angin sepoi dan udara yang lebih sejuk petang hari. (3) Suhu udara mencapai 30 derajat Celsius siang hari. (4) Udara musim panas mulai tiba lebih cepat dari semula. (5) Waktu bergulir sejam lebih lambat menandai datangnya musim gugur.
38. Kalimat yang tidak sesuai dalam paragraf deskripsi tersebut terdapat pada nomor....
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (3)
d. (2) dan (4)
e. (3) dan (5)
Perhatikan paragraf deduktif berikut!
Bahkan, menu pun bisa seperti menu seluruh keluarga. Penggunaan gula dalam bumbu tidak dilarang. Tidak ada makanan yang dilarang, hanya saja dibatasi sesuai kebutuhan. Penderita diabetes dianjurkan makan besar tiga kali sehari plus makan snack tiga kali, masing-masing interval tiga jam.
39. Simpulan yang tepat untuk paragraf deduktif tersebut...
a. Pada prinsipnya, makanan seimbang tidak berbeda dengan anjuran makan sehat pada umumnya.
b. Sebelumnya, untuk kepentingan klinik praktis, jumlah kalori dapat dihitung setelah penentuan status gizi.
c. Makanan yang dianjurkan adalah yang seimbang dengan komposisi yang baik.
d. Akar penyakit yang dialami penderita diabe¬tes adalah kadar gula yang tinggi.
e. Makanan-makanan yang harus dihindari adalah hidrat arang terutama hidrat arang sederhana dan olahan.
40. 1) Jiwa kepahlawanan harus dipupuk dan ditanamkan pada setiap pribadi sejak dini.
2) Setiap pribadi akan memiliki jiwa yang besar, penuh tanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama.
3) Jiwa kepahlawanan yang dimiliki setiap pribadi akan berkembang menjadi sifat kepribadian yang luhur.
4) Dengan memiliki jiwa kepahlawanan yang tinggi roda pemerintahan akan berjalan dengan sukses.
5) Semua sifat itu sangat diperlukan untuk membangun bangsa.
Agar menjadi paragraf argumentasi yang padu, susunan kalimat acak tersebut menjadi...
a. 1)-4)-5)-2)-3)
b. 1)-4)-3)-2)-5)
c. 1)-2)-3)-4)-5)
d. 3)-4)-1)-2)-5)
e. 1)-3)-4)-2)-5)
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 41-43.
Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama!
"Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?” katanya pelan-pelan, setengah ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. la mesti berpikir panjang. la mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain. "Tapi, kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang akan dikatakan oleh Sumarto?" Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu. la memang sudah keberatan ketika suami Soleha dipanggil orang dari kampung sawah untuk mengobati Pak Murad. Sebagai mantri kesehatan di sekitar itu memang tak ada dokter. Suami Soleha sering diminta pertolongan. Namun, ia tahu betul Pak Murad ayah Murni. Murni sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murni dipaksa kawin.
41. Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah...
a. Soleha perang batin sewaktu mau bicara dengan Sumarto.
b. Pak Sumarto kebingungan sewaktu mau bicara dengan Soleha.
c. Soleha tidak rela menguburkan jenazah anaknya di Sirnagara.
d. Pak Sumarto perang batin sewaktu akan menguburkan jenazah istrinya.
e. Suami Soleha dan Soleha perang mulut mengenai penguburan jenazah anaknya.
42. Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan tersebut adalah....
a. karena suaminya mantri kesehatan
b. karena suaminya diminta pertolongan
c. karena cemburu terhadap Murni
d. karena suami Soleha pernah mencintai Murni.
e. karena suaminya mengobati Pak Murad ayah Murni
43. Peristiwa yang terjadi akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
a. Suaminya mengobati Pak Murad yang sakit.
b. Suaminya sering diminta pertolongan karena tidak ada dokter.
c. Soleha tidak dapat menentukan tempat penguburan anaknya.
d. Suaminya akan bertemu dengan Murni anak Pak Murad.
e. Murni yang pernah dicintai suaminya sudah menjanda.
44. Secara ringkas hubungan antara tujuan penulis dapat dilihat dalam daftar berikut :
NO TUJUAN PENULISAN JENIS KARANGAN
1. Memberikan informasi kepada pembaca Eksposisi
2. Memberikan gambaran yang jelas tentang suatu keadaan Deskripsi
3. Menceritakan rangkaian peristiwa dengan tokoh-tokohnya Narasi
4. Mengemukakan pendapat yang disertai alasan yang kuat Argumentasi
5. Mempengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu Persuasi
NO DESKRIPSI ARGUMENTASI
1. Memberikan informasi kepada pembaca Memberikan gambaran yang jelas tentang suatu keadaan
2. Mengemukakan pendapat dengan alasan yang kuat Mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu
3. Mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu Menceritakan rangkaian peristiwa dengan tokoh-tokohnya
4. Memberikan gambaran yang jelas tentang suatu keadaan Mengemukakan pendapat yang disertai alasan yang kuat
5. Menceritakan rangkaian peristiwa dengan tokoh-tokohnya Memberikan informasi kepada pembaca
Berdasarkan tabel diatas perbedaan paragraf deskrpsi dengan argumentasi yang tepat terdapat pada lajur nomor ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
45. Bacalah paragraph berikut ini !
(1)Udara pagi sangat baik untuk kesehatan. (2) Jika kita sering menghirup udara pagi, badan kita akan sehat. (3) Hal itu disebabkan udara yang kita hirup masih bersih dan belum tercemar. (4) Udara di Jakarta sudah tidak bersih lagi, apalagi siang hari karena tercemar oleh asap kendaraan bermotor. (5) Oleh karena itu marilah bangun pagi setiap hari agar badan kita tetap sehat.
Kalimat yang tidak padu terdapat pada nomor…
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
46. Pelanggaran lalu lintas sering dilakukan. Pelanggaran itu contohnya menyebrang tidak di tempat yag sudah disediakan. bus menghentikan mobil sekehendak hati supir. Pengendara kendaraan bermotor sering ngebut. Pengendara juga banyak yang tidak memiliki SIM.
Jenis paragraf tersebut adalah ….
a. narasi
b. eksposisi
c. persuasi
d. argumentasi
e. deskripsi
47.
1. Penokohan dan perwatakan dilukiskan secara singkat
2. terdiri dari satu alur
3. konflik yang terjadi tidak menimbulkan perubahan nasib
4. Menceritakan sebagian kehidupan pelakunya
5. cerpen lebih panjang daripada novel
Ciri-ciri cerpen yang tepat adalah…..
a. 1 , 2 , 4
b. 1 , 3 , 4
c. 1 , 2 , 3
d. 1 , 3 , 5
e. 1 , 2 , 5
48. 1. Klimaks
2. perkenalan
3. penyelesaian
4. konflik
5. antiklimaks
Urutan tahapan alur yang tepat dalam penyusunan cerpen adalah…
a. 2,4,1,5,3
b. 2,1,4,5,3
c. 2,4,5,1,3
d. 2,1,5,4,3
e. 2,5,1,4,3
49. “Saudara Saksi Mata.”
“Saya Pak.”
“Apakah Saudara masih bisa bersaksi?”
“Saya siap Pak. Itu sebabnya saya datang ke pengadilan ini lebih dulu ketimbang dokter mata, Pak.” (Saksi Mata, Seno Gumira Ajidan)
Watak tokoh Saksi Mata pada penggalan cerpen di atas adalah …..
a. keras
b. bodoh
c. berani
d. takut
e. malas
50. Suatu luapan rasa simpati yang muncul secara tiba-tiba membuat air matanya berlinang di kedua belah mata lucy. Kasihan. ibuku sayang pikirnya. betapa ibunya sering kelaparan asalkan anak-anaknya tidak. Aku tidak boleh mementingkan diriku sendiri. Demikianlah, ia kemudian meletakkan kepalanya ke pangkuan ibunya.
Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerpen di atas …
a. anak yang manja biasanya mementingkan diri sendiri
b. tidak mementingkan diri sendiri
c. kesedihan yang mendalam sehingga timbul rasa iba
d. keluarga yang akrab dengan lingkungan
e. pengorbanan seorang anak untuk ibunya
Langganan:
Komentar (Atom)








